Laporkan Masalah

PENGARUH TINGKAT PENAMBAHAN PUTAK TERHADAP KUALITAS SILASE Sorghum bicolor (L.) Moench

ADITYA BAYU PRATAMA, Prof. Dr. Ir. Ristianto Utomo, SU; Asih Kurniawati, S.Pt., M.Si.

2018 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat penambahan putak terhadap kualitas silase Sorghum bicolor (L.) Moench (L.) Moench. Silase dibuat dari seluruh bagian tanaman Sorghum bicolor (L.) Moench yang dipanen pada umur 70 hari dengan penambahan aditif berupa karbohidrat mudah larut yaitu putak. Penambahan level yang diberikan yaitu silase ditambah aditif putak sebanyak 0 persen sebagai kontrol (P1), silase ditambah dengan aditif putak sebanyak 4 persen (P2), dan silase ditambah dengan aditif putak sebanyak 8 persen (P3), dan dilakukan pengulangan sebanyak 4 kali untuk tiap-tiap perlakuan. Setiap perlakuan diperam selama 28 hari. Data yang diambil yaitu kualitas fisik organoleptik (tekstur, warna, bau, jamur), data analisa proksimat, pH, dan kandungan amonia (NH3). Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola searah, dilanjutkan dengan uji Duncan�s multiple range test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penambahan aditif putak berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kualitas kimia (pH, kadar bahan kering, dan skor fleigh) silase Sorghum bicolor (L.) Moench. Penambahan level putak sebesar 8 persen menghasilkan nilai pH (4,62), kadar bahan kering (22,95 persen), dan skor fleigh (66,19) tertinggi dibandingkan dengan perlakuan lain. Kesimpulan yang dapat diambil adalah penambahan aditif putak berpengaruh terhadap pH, kadar bahan kering, dan skor fleigh serta penambahan putak sebesar 8 persen menghasilkan silase dengan kualitas terbaik.

The objective of this study was to determine the quality of sorghum (Sorghum bicolor (L.) Moench) silage treated with putak or gebanga flour as additives. The treatments were P1 (sorghum silage plus 0 percent putak), P2 (sorghum silage plus 4 percent putak), and P3 (sorghum silage plus 8 percent putak). Each treatment was conducted on four replications. At the end of ensiling process, physical qualities test (color, odor, texture, molt) and chemical qualities test (dry matter, pH, fleigh score, ammonia, organic matter, crude fiber, crude protein, and ether extract) of the silage were observed. The physical qualities data were analyzed descriptively, while chemical qualities data (pH, dry matter, fleigh score) were analyzed using variance analysis of One-Way experimental design and continued by Duncan's new Multiple Range Test (DMRT). The results showed that the addition on silage had significant effect on chemical qualities data (pH, dry matter, fleigh score). The addition of 8 percent putak on silage resulted the lowest pH (4,62), the highest content of dry matter (22,95 percent), and the highest score on fleigh score (66,19). In conclusion, the addition of putak or the gebanga flour as additives improved the quality of sorghum silage.

Kata Kunci : Aditif, Putak, Silase, Sorghum bicolor (L.) Moench


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.