Kepuasan Lansia Terhadap Pelayanan Publik, Studi Kasus: Fasilitas Publik Pasar Beringharjo
DWI ATMAJA BAGUS RAHMANTO, Prof. Dr. Muhadjir Muhammad Darwin, M.P.A
2017 | Skripsi | S1 ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)Kota Yogyakarta merupakan salah satu kota dengan angka harapan hidup tertinggi di Indonesia, angka harapan hidup rata-rata mencapai 73,62 tahun dan 14,68% dari keseluruhan masyarakat DIY yaitu sekitar 528.480 orang merupakan lanjut usia, dan banyak diantaranya yang belum sejahtera. Pemerintah perlu campur tangan untuk menciptakan lansia berdaya, salah satunya yaitu dengan memberi ruang bagai lansia untuk memulai usaha seperti pasar, khususnya pasar tradisional yang dapat dengan mudah diakses berbagai kalangan termasuk lansia baik sebagai pedagang maupun pengunjung. Pasar Tradisional dapat menjadi ruang yang baik bagi lansia untuk memulai usaha sehingga dapat miningkatkan taraf hidupnya, namun menurut data, dalam empat tahun pada periode periode 2007-2011 terdapat penurunan jumlah pasar tradisional yang cukup drastis dari 13.540 menjadi 9.950 pasar. Penurunan jumlah pasar tradisional salah satunya diakibatkan oleh ekspansi pasar modern serta toko retail modern yang merambah sampai ke pelosok desa dengan berbagai kelebihan yang ditawarkan seperti tempat yang nyaman dan bersih untuk berbelanja. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui kepuasan dari lansia terhadap fasilitas yang tersedia di Pasar Beringharjo, yang merupakan salah satu pasar tradisional terbesar di Yogyakarta, dengan mengetahui tingkat kepuasan lansia terhadap fasilitas di Pasar Beringharjo, maka diharapkan pemerintah dapat meningkatkan kualitas dari fasilitas yang telah ada dan melengkapi fasilitas yang belum ada, sehingga diharapkan dapat meningkatkan daya saing terhadap pasar modern.
The city of Yogyakarta is one of the cities with the highest life expectancy in Indonesia, the average life expectancy reaches 73.62 years and 14.68% of the total DIY community is about 528,480 people are elderly, and many of them are not prosperous. The government needs to intervene to create empowered elderly, one of which is to give elderly space to start businesses such as markets, especially traditional markets that can easily be accessed by various groups including the elderly, both as traders and visitors. Traditional Markets can be a good space for the elderly to start a business so as to boost their standard of living, but according to the data, within four years of the period 2007-2011 there was a drastic reduction of traditional markets from 13,540 to 9,950 markets. The decline in the number of traditional markets one of them caused by the expansion of modern markets and modern retail stores that penetrated into remote areas with various advantages offered such as a comfortable and clean place to shop. The focus of this research is to know the satisfaction of the elderly to the facilities available in Beringharjo Market, which is one of the biggest traditional market in Yogyakarta, by knowing the level of satisfaction of the elderly to the facilities in Pasar Beringharjo, it is expected the government can improve the quality of existing facilities and complete the existing facilities, so it is expected to improve the competitiveness of the modern market.
Kata Kunci : Lansia, Pasar Beringharjo, Kepuasan, Fasilitas Publik