Laporkan Masalah

Perakitan dan Karakterisasi Molekular Melon Hibrida (Cucumis melo L. 'Melona')

ADHESTYA ALFIANI, Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc.

2018 | Skripsi | S1 BIOLOGI

Indonesia memiliki prospek besar untuk mengembangkan melon. Namun, petani Indonesia umumnya menggunakan benih impor dalam budidaya melon dengan alasan kualitasnya lebih unggul. Untuk itu, peneliti di Laboratorium Genetika dan Pemuliaan Fakultas Biologi UGM merakit berbagai kultivar, salah satunya Cucumis melo L. 'Melona'. Melon 'Melona' merupakan hasil segregasi dari melon 'Luna'. Perbedaan antar kultivar dapat diketahui berdasarkan karakter fenotip dan genotip. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter fenotip dan molekular melon hibrida C. melo 'Melona' serta hubungan kekerabatannya dengan indukan 'Melona' jantan dan betina bedasarkan analisis PCR-ISSR. Pada penelitian ini dilakukan penanaman melon, perakitan melon hibrida 'Melona', karakterisasi fenotip 'Melona', karakterisasi molekular 'Melona' menggunakan 4 primer ISSR, serta analisis menggunakan PKBT-STAT dan MVSP. Penelitian ini menunjukkan 'Melona' hibrida memiliki karakter fenotip bentuk buah ovate dengan berat buah 720-1.210 g, warna kulit buah matang kuning (Strong orange yellow RHS 17A), warna daging buah oranye kekuningan (Light orange yellow RHS 23 C), brix 10-14, lobus berjumlah 9-10, jumlah biji 176-472, dan karakter tersebut stabil. PCR-ISSR dengan 4 primer menghasilkan 42 fragmen DNA yang terdiri dari 41 fragmen DNA monomorfik dan 1 fragmen DNA polimorfik ukuran 2.300 bp pada analisis dengan primer UBC-808. Berdasarkan karakter fenotip, melon 'Melona' menurut Tanda Daftar Varietas No. 506/PVPH/2017, 'Melona' jantan, betina dan hibrida memiliki hubungan kekerabatan dengan indeks similaritas 100%. Sedangkan berdasarkan analisis hasil ISSR, 'Melona' hibrida memiliki hubungan kekerabatan lebih dekat dengan indukan 'Melona' betina dengan indeks similaritas 100%, 'Melona' jantan memiliki hubungan kekerabatan dengan 'Melona' betina dan hibrida pada indeks similaritas 97,6%.

Indonesia has great prospects for developing melons. However, Indonesian farmers generally used imported seeds in melon cultivation because of the high quality of seeds. Therefore, researcher in Genetics and Breeding Laboratory, Faculty of Biology UGM assembles various cultivars, one of which Cucumis melo L. 'Melona'. 'Melona' was produced by segregation of melon 'Luna'. Differences between cultivars can be known based on phenotype and genotype characters. The aim of this research was to find the phenotype and molecular character of melon hybrid C. melo 'Melona' and its relation with male and female 'Melona' based on PCR-ISSR analysis. This research was conducted by melon planting, assembly of hybrid melon 'Melona', characterized phenotype of 'Melona', molecular characterization of 'Melona' using 4 ISSR primers, then characters analyzed using PKBT-STAT and MVSP. The results showed that the phenotype of hybrid 'Melona' include ovate fruit shape, fruit weight 720-1.210 g, ripe fruit skin color was yellow (strong orange yellow RHS 17A), flesh color was orange yellow (light orange yellow RHS 23C), brix 10 -14, 9-10 lobes, number of seeds 176-472, and the characters was stable. PCR-ISSR with 4 primers produced 42 DNA fragments contained of 41 DNA monomorphic fragments and 1 DNA polymorphic fragment sized 2.300 bp in analysis with UBC-808 primers. Based on the phenotype characters, melon 'Melona' according to the Sign of Varieties Registration Number 506/PVPH/2017, 'Melona' male, female and hybrid had relationships with 100% similarity index. Meanwhile based on analysis of ISSR results, 'Melona' hybrids had closer relationships with 'Melona' female in similarity index 100%, 'Melona' male had a relationship with 'Melona' females and hybrids in similarity index 97,6%.

Kata Kunci : Cucumis melo L., 'Melona', hibrida, ISSR, karakterisasi molekular


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.