Komposisi Jenis Tumbuhan pada Strata Bawah di Empat Zona Pengembangan Flora Hutan Kota Kabupaten Trenggalek
IKA PUTRI AMIANTI, Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D.;Ir. Adriana, M.P.
2018 | Skripsi | S1 KEHUTANANHutan Kota Kabupaten Trenggalek memiliki lima Zona Pengembangan Flora yakni Zona Ekologi, Edukasi dan Konservasi; Zona Rekreasi Umum; Zona Rekreasi Khusus; Zona Perdagangan dan Jasa; dan Zona Tanaman Produksi. Pembagian zona disesuaikan dengan visi Hutan Kota Kabupaten Trenggalek sebagai kawasan pelestarian ekologi, wahana pembelajaran tentang lingkungan dan sarana rekreasi keluarga. Keberadaan tumbuhan strata bawah di hutan kota berperan dalam menambah bahan organik tanah, mengurangi laju erosi serta menambah nilai estetika. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis dan nilai Indeks Keanekaragaman tumbuhan pada strata bawah Penelitian difokuskan pada empat zona selain Zona Perdagangan dan Jasa menggunakan metode sampling berlapis sistematik berupa transek dengan mempertimbangkan masing-masing zona sebagai stratum atau sub-populasi. Petak ukur 2 x 2 m2 diletakkan dalam transek dengan jarak antar petak ukur adalah 20 m dan jarak antar transek 100 m. Identifikasi jenis serta analisis nilai Indeks Keanekaragaman dilakukan pada tumbuhan strata bawah yang dijumpai dalam semua petak ukur sejumlah 45. Komposisi tumbuhan strata bawah pada empat Zona Pengembangan Flora Hutan Kota Kabupaten Trenggalek terdiri dari 48 jenis dalam 25 famili dengan total kerapatan 100.222 individu per ha. Nilai Indeks Keanekaragaman dan jenis dengan kerapatan tertinggi pada setiap zona adalah sebagai berikut: 1) Zona Ekologi, Edukasi dan Konservasi 2,76 dan Eupatorium odoratum yaitu 18.750/ha; 2) Zona Rekreasi Umum 2,51 dan E. odoratum yaitu 23.611/ha; 3) Zona Rekreasi Khusus 2,69 dan Calopogonium mucunoides serta Centrosema pubescens yaitu 7.917/ha; dan 4) Zona Tanaman Produksi 1,98 dan Ischaemum timorense yaitu 30.000/ha.
Trenggalek Urban Forest has five flora development zones, namely Education, Ecology and Conservation Zone; Public Recreation Zone; Special Recreation Zone; Trade and Service Zone; and Production Plants Zone. The zones were based on Trenggalek Urban Forest vision as ecology conservation, environmental learning and family recreational area. Lower strata plants contribute to add soil organic matter, reduce the rate of erosion and add aesthetic value. The aim of this study is to determine composition and Diversity Index of lower strata plants. The study focused on four zones excluding Trade and Service Zone using a stratified systematic sampling transect plot by consider each zone as stratum or subpopulation. The 2 x 2 m2 measuring plot was placed in transect. Distance between the plots was 20 m and the transect was 100 m. Species identification and analysis value of Diversity Index were done to the lower strata plants found in total 45 plots. The lower strata composition of Trenggalek Urban Forest consists of 48 species in 25 families. The Diversity Index and species with highest density of: 1) Education, Ecology and Conservation Zone was 2,76 and Eupatorium odoratum 18.750 per ha; 2) Public Recreation Zone was 2,51 and E. odoratum 23.611 per ha; 3) Special Recreation Zone was 2,69 with Calopogonium mucunoides and Centrosema pubescens 7.917 per ha; and 4) Production Plants Zone was 1,98 Ischaemum timorense 30.000 per ha.
Kata Kunci : Hutan kota,Indeks Keanekaragaman,komposisi jenis,tumbuhan strata bawah,Urban forest,Diversity Index,species composition,lower strata plant