IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA dan HAK TERKAIT DALAM PERLINDUNGAN HAKFANART ARTIST TERHADAP PERDAGANGAN FAN MERCHANDISE DI INDONESIA
EPHIFANIA, Karina Dwi Nugrahati Putri, S.H.,LL.M., M.Dev.Prac
2018 | Skripsi | S1 ILMU HUKUMIMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA dan HAK TERKAIT DALAM PERLINDUNGAN HAK FANART ARTIST TERHADAP PERDAGANGAN FANMERCHANDISE DI INDONESIA Oleh Ephifania[ Mahasiswa Program Sarjana Hukum, Konsenstrasi Hukum Dagang Universitas Gadjah Mada ] INTISARI Hak cipta menuju pada suatu karya intlektual seseorang diberikan penghormatan atasnya ketika karya tersebutkan diwujudkan dalam bentuk yang nyata dan dilindungi oleh hukum. Hak cipta memberikan hak untuk menggunakan bagi seorang pencipta untuk menerbitkan ciptaan,mengganddakan atau mengubah ciptaan, mempetujukan ciptaan dan menampilan suatu ciptaanya. Suatu karya derivatif dapat dijelaskan dengan sederhana sebagai suatu karya yang diciptakan berdasarkan karya yang sudah ada dan memiliki hak cipta sebelumnya dan Fanart Artist adalah seorang pencipta karya turunan atau karya derivatif yang menggunakan suatu karya sebelumnya yang sudah ada dan mewujudkannya menjadi suatu karya yang lain dengan keadaan yang berbeda dengan karya orisinalnya. Hanya pencipta asal yang mempunyai hak eksklusif untuk menciptakan suatu produk turunanatau karya derivatif atas karyanya yang sudah mempunyai hak cipta di dalamnya. Hak cipta itu sendiri timbul secara otomatis ketika suatu karya diwujudkan berdasarkan prinsip deklaratif dimana pendaftaran atas hasil karya memberikan keuntungan kepada penciptanya.Penelitian ini sendiri bertujuan untuk mengetahui Hak Fanart Artist dalam untuk menuntut ketika haknya dilanggar manakala ada pihak lain yang tanpa ijin menggunakan hasil karyanya dan mendapatkan keuntungan dalam hal tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan metode normatif-empiris yakni dengan menelaah peraturan perundang-undangan di Indonesia yang berlaku dengan penelitian kepustakaan dan melihat penerapannya dalam masyarakat dengan penelitian lapangan, Data yang didapat kemudian dianalisa dengan analisis kualitatif yakni analisis kualitatif deskriptif Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penjualan Fanmerchandise menjadi sebuah masalah dan sudah berlangsung sejak lama. Fanart Artist mempunyai hak untuk mengambil upaya hukum dimana ketika Fanart Artist yang sudah mendapat ijin dari pemegang hak cipta untuk menciptakan karya turunan berdasarkanketentuan dalam Undang-Undang nomor 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta walaupun terdapat batasan-batasan operasional baik subjek maupun objek dalam pelaksanaannya.
THE IMPLEMENTATION OF COPYRIGHT LAW ACT NO. 28 YEAR 2014 ABOUT COPYRIGHT PROTECTION TO FANART ARITST RIGHTS AGAINST FANMERCHANDISE TRADE IN INDONESIA By Ephifania[ Student of Business Law, Law School of Gadjah Mada University] ABSTRACT Intellectual property refers to “creation of the mind†that are treated as asserts ( real, tangible property) and protected by the law. A copyrights grants a privilege to use the owner of the artistic work the specific rights to reproduce the copyright works, prepare the derivative works, distribute copies, perform copyrighted work publicity and display the copyright works. A derivative works is simply another works that is based on the first works such as a sequel, prequel or change in medium and Fanart Artist is a derivative works creator who borrow pre-existing characters and or settings, an amateur artist take someone else’s characters, puts them in interesting situation and publish their works. Only copyright owner have the exclusive right to produce derivative works based on their original, copyright works. Copyright on original works of authorship is automatic an registration while it does carry significant benefit. This research aims to identify about a rights for Fanart Artist to take a legal action The research method which is used in the research is normative-empirical. This research was conducted by studying about rules and laws about copyrights in Indonesia and study about the actual implementation in society. The acquired data then analyzed with descriptive qualitative analysis The result about this study indicate that Selling a Fanmerchandise is an issue. It has been enforced in the past and a Fanart Artist has every right to take legal action. A Fanart Artist who have a permission granted to them by the copyright holder have permission to create derivative works based on the original and have a same rights as copyright holder basic to law act no 28 year 2014 although there a difference rights between original creator and Fanart Artist who make a derivative works.
Kata Kunci : Kata Kunci : Hak Cipta, Hak Turunan, Fanart Artist, Perdagangan Fanmerchandise / Keyword : Copyright rights, Neighboring rights, Fanart Artist, Fanmerchandise Trade.