PENGARUH ZEOLIT DAN ARANG BAMBU PADA PENGOMPOSAN KOTORAN SAPI DAN AYAM TERHADAP EMISI H2S, NH3, CH4 DAN PERTUMBUHAN JAGUNG PADA INCEPTISOL CANGKRINGAN, SLEMAN
MARGI ASIH MAIMUNAH, Dr. Ir. Benito Heru Purwanto, M.P., M. Agr.
2018 | Skripsi | S1 ILMU TANAHPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh zeolit dan arang bambu pada pengomposan kotoran sapi dan ayam terhadap emisi H2S, NH3, CH4 dan pertumbuhan jagung pada Inceptisol Cangkringan, Sleman. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor yaitu jenis kotoran (sapi dan ayam) dan penambahan bahan pembenah (zeolit 10%, arang bambu 10% dan kombinasi zeolit 10% dan arang bambu 10%). Pengomposan dilakukan selama dua bulan, kemudian diinkubasikan pada tanah Inceptisol Cangkringan sebagai media tanam jagung manis selama masa vegetatif awal. Pemberian zeolit dan arang bambu berpengaruh nyata terhadap emisi NH3, namun tidak pada emisi H2S dan CH4. Pupuk kandang yang memiliki kualitas paling baik adalah pupuk kandang ayam dengan zeolit 10% dengan nilai pH 8,69, DHL 1,09, kadar air 32, C-organik 16,55%, bahan organik 59%, N-total 2,16% dan C/N 14,03. Tanggapan pertumbuhan jagung manis pada masa vegetatif awal paling unggul terdapat pada tanaman jagung yang diberi pupuk kandang sapi dengan zeolit 10% dan arang bambu 10% yang menghasilkan tanaman jagung dengan tinggi 73,77 cm, jumlah daun 6, berat basah tajuk 7,76 g, berat kering tajuk 0,59 g, berat basah akar 1,13 g, berat kering akar 0,31 g, panjang tajuk 72,92 cm dan panjang akar 34,50 cm. Pada uji akhir tanah Inceptisol, tanah yang diberi pupuk kandang sapi dengan zeolit 10% dan arang bambu 10%, memiliki karakteristik yang terbaik dengan pH H2O 7,0, pH KCl 6,91, DHL 9,31 dS.m-1, kadar lengas 2 mm 1,19%, kadar lengas 0,5 mm 1,63%, C-organik 0,21%, N-total 1,17%, KPK 10,06 cmol(+)kg dan bahan organik 0,36%.
This research's objective is for knowing the effect of zeolite and bamboo charcoal at the composting of cow dung ang chicken waste to the emission of H2S, NH3, CH4 and corn growth on Inceptisol Cangkringan, Sleman. The experimental design was used Completely Randomized Design (CRD), with two factors, the variation of waste (cow dung and chicken waste) and the variation of additional matter (zeolite 10%, bamboo charcoal 10% and the combination o zeolite 10% and bamboo charcoal 10%). The two months composted waste (manure) was incubated to the Inceptisol Cangkringan as the planting media of sweet corn at the beginning of vegetative phase. Zeolite and bamboo charcoal addition gave significant effect to the NH3 emission, but not at H2S and CH4 emission. Manure with the best quality is the chicken manure with zeolite 10% with the value of pH 8,69, EC 1,09 dS.m-1, water content 32%, C-organic16,55%, organic matter 59%, Total-N 2,16% and C/N 14,03. The best response of sweet corn growth at the beginning of vegetative phase is the corn treat with cow manure with zeolite 10% and bamboo charcoal 10% produced the plant with 73,77 cm o height, total leaves 6, shoot fresh weight 7,76 g, shoot dry weight 0,59 g, root fresh weight 1,13 g, root dry weight 0,31 g, shoot length 72,92 cm and root length is 34,50 cm. At the last Inceptisol analysis, the soil added with cow manure with zeolite 10% and bamboo charcoal 10% with pH H2O 7,0, pH KCl 6,91, EC 9,31 dS.m-1, 2 mm moisture content 1,19%, 0,5 mm moisture content 1,63%, C-organic 0,21%, Total-N 1,17%, CEC 10,06 cmol(+)kg and organic matter 0,36%.
Kata Kunci : arang bambu, emisi, pupuk kandang ayam, pupuk kandang sapi, zeolit