Perencanaan Kawasan Wisata Budaya di Area Koridor Sungai Siak Kota Pekanbaru dengan Pendekatan Riverfront
DZAKY NAUFAL, Dr.Eng. Ir. Ahmad Sarwadi, M.Eng.
2018 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTASungai Siak merupakan salah satu sungai besar yang terletak di sepanjang pusat kota Pekanbaru, Riau dan merupakan pusat awal perkembangan Kota Pekanbaru. Setelah dipengaruhi oleh faktor urbanisasi dan modernisasi, kawasan sempadan Sungai Siak pun menunjukkan hilangnya karakter tepian perairan dan kebudayaannya, menimbulkan permasalahan kawasan kumuh dan rawan banjir, faktanya dalam dokumen rencana tata ruang wilayah Kota Pekanbaru, kawasan sempadan Sungai Siak ini merupakan kawasan strategis wisata budaya dan sejarah. Maka dari itu, diusulkan perencanaan untuk memperkuat kembali citra kawasan sempadan Sungai Siak agar memiliki kapabilitas sebagai kawasan wisata budaya. Perencanaan kawasan ini menggunakan konsep Cultural Riverfront-Senapelan Melayu Village, yang difokuskan kepada pengembangan ke dua arah yaitu pengembangan keruangan berdasarkan karakteristik tepian sungai dan cocok bagi pariwisata budaya. Konsep ini didapatkan dari hasil analisis kawasan dengan metode gap analysis, serta memilih alternatif konsep dengan metode analytical hierarchy process (AHP). Hasil dari perencanaan ini berupa rekayasa keruangan dengan skala 1:2500 untuk aspek spasial, dan program penyusunan paket wisata dan penambahan aktivitas kebudayaan sebagai aspek non spasial. Rekayasa keruangan dilakukan pada elemen seperti guna lahan, sirkulasi kawasan, bangunan, ruang terbuka, pedestrian dan media informasi. Aspek spasial menghasilkan Master Plan Kawasan Wisata Budaya di Sempadan Sungai Siak, pemetaan terkait rekayasa keruangan kawasan serta visualisasi 3D.
Siak River is one of the big river located along the center of Pekanbaru, Riau and the center of the first development of Pekanbaru City. After being influenced by urbanization and modernization, the Siak Riverbank area also indicates the loss of waterfront and cultural character, causing slum and flood-prone problems, in fact the document of spatial plan of Pekanbaru city stated that Siak Riverbank is a strategic area of cultural tourism and history. Therefore, the image of the Siak Riverbank have been reinforced in order to have the capability and suitability as a cultural tourism area. The planning of this area uses the concept of Cultural Riverfront-Senapelan Melayu Village, which is focused on two-way development of spatial development based on river bank characteristics and suitable for cultural tourism. This concept is obtained from the results of spatial analysis by using gap analysis method, and by choosing the most suitable concept with analytical hierarchy process (AHP) method. The result of this planning are spatial design in scale of 1: 2500 for spatial aspect, and providing package for tourist and also additions of cultural activity as non spatial aspect. Spatial design is done on elements such as land use, circulation, building, open space, pedestrian and media. Spatial aspects resulted in the Master Plan of Cultural Tourism Area at Siak Riverbank, mapping and 3D visualization.
Kata Kunci : planning, strategic area, riverbank, cultural tourism