Laporkan Masalah

Perbandingan Kinerja Prasarana Irigasi terhadap Tingkat Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Utama Daerah Irigasi Komering, Sumatera Selatan

ABDURRAHMAN TRIADI PUTRO, Prof. Dr. Ir. Sigit Supadmo Arif, M.Eng ; Dr. Murtiningrum, STP., M.Eng

2018 | Skripsi | S1 TEKNIK PERTANIAN

Penurunan tingkat operasi dan pemeliharaan (O&P) jaringan utama (jaringan irigasi primer dan sekunder) terjadi di sebagian wilayah Daerah Irigasi Komering, Sumatera Selatan. Di saat yang sama terjadi kerusakan prasarana irigasi di sebagian wilayah daerah irigasi ini. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja prasarana irigasi terhadap tingkat O&P jaringan utama setiap Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Daerah Irigasi Komering. Data penelitian ini dianalisis dengan dua Form Indeks Kesiapan Modernisasi Irigasi (IKMI), yaitu Form IKMI Prasarana Irigasi dan Form IKMI LIKERT. Form pertama berfungsi untuk mengukur kinerja prasarana irigasi jaringan utama Daerah Irigasi Komering dan form kedua berfungsi untuk mengukur tingkat O&P jaringan utama Daerah Irigasi Komering. Dari kedua analisis ini lalu dibandingkan hubungan diantara keduanya dengan menggunakan analisis deskriptif grafis. Hasil penelitian ini diantaranya menunjukkan kecenderungan penurunan pilar sistem pengelolaan dan institusi pengelola (tingkat O&P) seiring bertambahnya jarak saluran irigasi dari bendung (kinerja prasarana irigasi) meskipun hubungannya tidak terlalu kuat. Hasil ini terlihat dari nilai grafik perbandingan 2 hal di atas, yaitu: y = -0,0003x + 58,053 ; R2 = 0,1057 and y = -0,0005x + 90,187 ; R2 = 0,4522. Faktor utama yang mempengaruhi tingkat O&P jaringan utama Daerah Irigasi Komering adalah peran sumber daya manusia (SDM) dalam pelaksanaan Manual O&P dan pengelolaan sistem drainase di wilayahnya masing-masing. Hasil lainnya yaitu produksi padi sawah daerah irigasi ini tidak dipengaruhi oleh debit intake, namun oleh faktor lain yaitu kerusakan prasarana irigasi dan hama tanaman seperti wereng dan ulat.

The decrease of operation and maintenance (O&M) level on the main network has been occurred in some parts of Komering Irrigation System. In the meanwhile, some deferioration of irrigation infrastructure had also been taken place in the irrigation system. The objective of this research was to compare the irrigation insfrastructure performance to O&M Level on the main network in each management unit (UPTD) in Komering Irrigation System. Data was analized using two forms of readiness index of irrigation modernization (IKMI), namedly Irrigation Infrastructure Form and LIKERT Form. The first form was used to measure the performance of irrigation infrastructure on the main network in Komering Irrigation System while the second form was used to measure O&M Level of the irrigation system. Both measurement results were related to each other using graph descriptive analysis. The research result showed the decrease trend of management system pillar and management institution pillar (O&M Level) along the distance of irrigation channel from Komering Weir (irrigation infrastructure performance) although the relationship was relatively weak. This result is seen from graph value of above two comparisons were: y = -0,0003x + 58,053 ; R2 = 0,1057 and y = -0,0005x + 90,187 ; R2 = 0,4522. The main factors that affected the O&M Level on main network in Komering Irrigation System was human resources (SDM) role in O&M Manual implementation and drainage system management in their respective territories. Other result revealed that the paddy rice production of the irrigation system was not affected by the intake debit but affected by the other factors like deferioration of irrigation infrastructure and plant pests such as planthopper and caterpillar.

Kata Kunci : prasarana irigasi, operasi dan pemeliharaan, kinerja, jaringan utama, daerah irigasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.