Laporkan Masalah

Dinamika Gerakan Mahasiswa Universitas Gadjah Mada pada Masa Kini Dibandingkan dengan Era Transisi Reformasi

VICKY VALERY, Dr. Krisdyatmiko, S.Sos, M.Si

2018 | Skripsi | S1 ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)

Ketika manusia dihadapkan pada kondisi yang tidak diinginkan, tentu ingin berubah pada kondisi yang lebih baik. Mahasiswa yang disebut sebagai agen perubahan diharapkan selalu mampu untuk menciptakan suatu perubahan tersebut di masyarakat. Mahasiswa dapat menciptakan suatu perubahan dengan melakukan sebuah gerakan yang disebut dengan gerakan mahasiswa. Tetapi ada pendapat yang mengatakan bahwa gerakan mahasiswa saat ini mengalami kemunduran jika dibandingkan dengan era Reformasi. Penelitian ini berjudul "Dinamika Gerakan Mahasiswa Universitas Gadjah Mada pada Masa Kini Dibandingkan dengan Era Transisi Reformasi". Fokus penelitian ini melihat perkembangan dari gerakan mahasiswa di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada saat ini (2013-2017) dan mengetahui benar tidaknya gerakan mahasiswa di UGM pada saat ini mengalami kemunduran jika dibandingkan dengan era lahirnya Reformasi. Peneliti menggunakan konsep gerakan sosial, gerakan mahasiswa, dan perubahan sosial. Gerakan sosial umumnya lahir dan diinisiasi oleh beberapa individu atau kolektif dalam masyarakat seperti kaum intelektual, cendekiawan, kelompok atau organisasi yang memiliki kesadaran berikut perhatian khusus terhadap masyarakat dan lingkungannya, termasuk di dalamnya oleh mahasiswa yang disebut dengan gerakan mahasiswa. Gerakan mahasiswa memiliki beragam manifestasi, termasuk aksi kolektif mahasiswa untuk mewujudkan tujuan bersama. Sedangkan perubahan sosial menjelaskan berbagai perubahan dalam berbagai bidang yang dapat mempengaruhi dari terciptanya gerakan mahasiswa. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Unit analisis dalam penelitian ini adalah aktivis mahasiswa yang tergabung dalam organisasi mahasiswa di UGM, baik organisasi intra maupun ekstra kampus, serta mantan aktivis pada era Reformasi. Selain itu, terdapat juga anggota DPRD setempat sebagai unit analisis yang memberikan informasi tentang gerakan mahasiswa dalam kapasitasnya sebagai policy maker dan juga seorang ahli komunikasi pada salah satu lembaga riset di Yogyakarta. Penelitian ini mendapatkan 13 informan, di mana 10 informan didapatkan melalui teknik purposive dan 3 informan melalui teknik snowball. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dengan indepth interview, observasi non partisipasi, dan dokumentasi. Data dari di lapangan didapatkan bahwa gerakan mahasiswa saat ini di UGM tidak mutlak mengalami kemunduran dibanding era lahirnya Reformasi (1994-1998) baik kualitas maupun kuantitasnya, tetapi mengalami perubahan bentuk seiring dengan perubahan jaman, seperti perubahan dari aksi politik ke aksi sosial. Perubahan pada aspek politik, sosial, ekonomi, maupun teknologi merubah aspek kehidupan mahasiswa yang kemudian mempengaruhi berubahnya pola gerakan yang dilakukan. Setiap jaman melahirkan jamannya sendiri, pola gerakan yang dilakukan pada era Reformasi tentu tidak relevan jika digunakan pada saat ini karena telah mengalami berbagai perubahan, baik kondisi eksternal dari mahasiswa seperti politik, sosial, ekonomi, teknologi, maupun kondisi internal atau pribadi mahasiswa itu sendiri yang kemudian mempengaruhi pola gerakan mahasiswa. Kata Kunci: Gerakan Mahasiswa, Universitas Gadjah Mada

When humans are faced with undesirable conditions, of course want to change in better condition. Students who are called as agent of change are always able to create a change in society. Students can create a change by doing a movement called student movement. Others say that the student's movement is currently declining when compared to the Reform era. This research entitled "The Dynamics of Student Movement of Gadjah Mada University in the Current Period Compared with the Transition of Reform Era". The focus of this research is to see the progress of the student's movement at Gadjah Mada University at present (2013-2017) and the unreliable movement of students at Gadjah Mada University is currently declining when compared to the era of the birth of the Reformation. Researchers use the concept of social movement, student movement, and social change. Social movements are usually born and initiated by some individuals or collectives in society such as intellectuals, scholars, groups or organizations that have a special awareness of society and its environment, including students by the so-called student movement. Student movement has diverse manifestations, including student collective action to realize common goals. While social change explains the various changes in the various fields that can be triggered from the creation of student movements. This research method using descriptive qualitative research method. The unit of analysis in this study is student activists who are members of student organizations at Gadjah Mada University, both intra and extra campus organizations, and former activists in the Reform era. In addition, there are also members of the local parliament as an analytically unit that provides information about the student movement in its capacity as a policy maker and also a communication expert at one research institute in Yogyakarta. This research is informant, where 10 informants are given by purposive technique and three informants through snowball technique. Data completion techniques in this research were made interview with in-depth interview, non-participatory observation, and documentation. Data from the field obtained by the current student movement at Gadjah Mada University is not an absolute decline compared to the era of the birth of the Reformation (1994-1998) both quality and quantity, but also changed its shape with the changes, such as the change from political action to social action. Changes in the political, social, economic, and technological aspects alter the life forms that then affect the change in movement patterns performed. Each time gave birth to its own era, the pattern of movement that was done in the Reformation era is certainly not relevant if used at this time because it has undergone various changes, both external conditions of the political, social, economic, technological, as well as the internal or personal conditions of the students themselves then portrayed the student's movement pattern. Keywords: Student Movement, Gadjah Mada University

Kata Kunci : Gerakan Mahasiswa, Universitas Gadjah Mada


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.