Laporkan Masalah

Kawatn-Tembawang, Kesadaran Transendental Pembentuk Ruang Suku Dayak Perbatasan Antarnegara di Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat

AGUSTINA NURUL HIDAYATI, Prof. Ir. Sudaryono, M.Eng, PhD; Prof Ir. Bambang Hari Wibisono, MUP, MSc, PhD; Prof. Dr. Heddy Shri Ahimsa Putra, MA, M.Phil

2018 | Disertasi | S3 ILMU ARSITEKTUR

Suku Dayak Bedayuh tersebar di lima desa dan kampung - kampung yang ditempati subsuku Dayak Bedayuh di sepanjang perbatasan antarnegara di Kecamatan Entikong. Untuk menyiasati keterbatasan sumberdaya yang ada, mereka melaksanakan kegiatan ladang berpindah. Dengan sistem ladang berpindah ini maka akan terbentuk ruang-ruang yang khas. Apalagi dengan adanya batas negara yang membelah ruang yang sudah terbentuk. Seperti apakah konstruksi ruang yang terbentuk pada kawasan perbatasan antarnegara karena adanya batas negara? Bagaimana bentukan ruang kawasan perbatasan antarnegara berdasarkan nilai-nilai dan aktivitas yang ada dalam masyarat setempat dan berkembang berdasarkan nilai-nilai tersebut di kampung-kampung perbatasan di Kecamatan Entikong? Apakah yang mendasari bentukan ruang masyarakat Dayak di kawasan perbatasan antarnegara Indonesia-Malaysia di Entikong? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan Transcendental Phenomenology yang digagas oleh Edmund Huserl. Tahapan penelitian tersebut adalah epoche, reduksi fenomenologi, variasi imajinasi, sintesis makna dan esensi (Moustakas, 1994). Pada tahap pertama diperoleh delapan tema empiris yaitu sejarah terbentuknya kampung di sepanjang perbatasan di Kecamatan Entikong, hubungan manusia dengan alam, teritori yang dikeramatkan, ladang dan ladang berpindah / mheih kataik kanauk sebagai kekuatan ekonomi masyarakat Dayak perbatasan, kopo / kampung sebagai tempat hidup dan berkegiatan, media pendukung pergerakan dan batas negara. Pada tahap berikutnya diperoleh hasil induksi berupa 5 konsep pembentuk ruang, yaitu kepercayaan � alam - manusia, konsep kawatn, konsep Mheih Kataik kanauk / ladang berpindah, konsep ruang bermukim, dan konsep adaptasi dengan negara Akhirnya diperoleh esensi yang didapat dari penelitian ini adalah kawatn dan tembawang sebagai aspek transenden pembentuk ruang masyarakat Dayak di kawasan perbatasan antar negara di Kecamatan Entikong.

Dayak Bedayuh tribe spread in five villages and kampongs occupied by subsuku Dayak Bedayuh along the border between countries in Entikong District. To get around the limitations of available resources, they are conducting shifting cultivation. With this shifting cultivation system will form the typical spaces. Especially with the state boundaries that divide the space that has been formed. As to whether the construction of space that forms on the border region interstate because of the state boundary ? What is the formation of border area between countries based on the values and activities that exist in the local community and develop based on these values in the border villages in Entikong District? What is the basis of Dayak society in the border areas between Indonesia-Malaysia in Entikong? The method used in this research is Transcendental Phenomenology approach initiated by Edmund Huserl. Stages of the research are epoche, phenomenology reduction, variation of imagination, synthesis of meaning and essence (Moustakas, 1994). In the first stage, there are eight empirical themes, namely the history of the villages formation along the border in Entikong Subdistrict, the relationship between humans and nature, the sacred territory, the fields and the shifting cultivation as the economic power of the border Dayak people, kopo / kampung as a place of life and activity , media supporting movements and national borders. In the next stage, the results of induction are five spatial concepts, namely belief - nature - man, kawatn concept, Mheih Kataik kanauk concept / shifting cultivation, the concept of living space, and the concept of adaptation with the state. Finally, the essence derived from this research is kawatn and tembawang as transcendent aspect of Dayak spatial form in inter-state border area in Entikong Subdistrict ..

Kata Kunci : Kata kunci : ruang, transendental, kawatn, tembawang


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.