Fraksi Karbon Stabil dan Labil pada Lahan Hutan dan Tegalan Di Karangsambung, Kebumen
DENNIS ENDIKA, Dr. Ir. Eko Hanudin, M.P.
2018 | Skripsi | S1 ILMU TANAHPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konversi hutan menjadi lahan pertanian terhadap ketersediaan fraksi karbon stabil dan karbon labil. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini yaitu rancangan acak lengkap (RAL) dengan 2 faktor yaitu tipe penggunaan lahan dan kelas lereng. Tipe penggunaan lahan yang digunakan yaitu lahan hutan dengan dominasi tanaman pohon jati dan lahan tegalan dengan vegetasi dominan tanaman pisang dan. Kelas lereng yang digunakan yaitu 0-8%, 8-15%, dan 15-25%. Kombinasi yang digunakan yaitu 12 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe penggunaan lahan dan kelas lereng menimbulkan dinamika fraksi karbon stabil dan karbon labil tanah. Pengaruh adanya ketersediaan bahan organik dan vegetasi yang tumbuh pada perlakuan tersebut sangat mempengaruhi ketersediaan fraksi karbon stabil dan karbon labil dalam tanah. Selain itu, pengaruh agregasi tanah mempengaruhi adanya fraksi-fraksi tersebut. Ketersediaan karbon stabil tanah akan lebih tinggi pada tipe penggunaan lahan hutan. Ketersediaan karbon labil tanah akan lebih tinggi pada tipe penggunaan lahan pertanian.
The aims to determine the effect of forest conversion to agricultural land on the availability of stabile and labile soil carbon fractions. The design used in this research is complete randomized design (CRD) with 2 factors that is landuse and slope class. The tupe of landuse is forest with teak tree as dominant vegetation and agricultural land with banana plant as dominant vegetation. The slope class used is 0-8%, 8-15%, and 15-25%. The combination used wa 12 treatments with 3 replication. The result showed type of landuse and slope class caused the dynamics of stabile and labil soil carbon fraction. The availability of organic matter and vegetation on the treatment greatly affects the availability of stabile and labile soil carbon fractions. In addition, the effect of soil aggregation affects the presence of such fractions. The availability of stabile soil carbon will be higher in forest. While, the availability of labile soil carbon will be higher in agricultural land.
Kata Kunci : karbon stabil, karbon labil, tipe penggunaan lahan