Analisis Usahatani dan Pemasaran Jamur Tiram di Kabupaten Bantul
ELLA NOVIANTI UTOMO, Dr. Jamhari, S.P.M.P.; Prof. Dr.Ir. Dwidjono Hadidarwanto, M.S.; Prof. Dr. Ir. Masyhuri
2018 | Skripsi | S1 SOSIAL EKONOMI PERTANIAN (AGROBISNIS)Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pendapatan usahatani jamur tiram yang membuat baglog dan membeli baglog, mengetahui saluran pemasaran jamur tiram, mengetahui farmer's share, marjin pemasaran, indeks monopoli dan efisiensi pemasaran jamur tiram. Metode dasar dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan pelaksanaannya dengan teknik survei. Purposive sampling digunakan untuk menentukan lokasi sampel penelitian, sedangkan sampel penelitian dipilih dengan metode Total Sampling. Jumlah sampel yang dipilih yaitu 20 petani jamur tiram, 5 pedagang pengumpul dan 5 pedagang pengecer. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendapatan, penerimaan, keuntungan, saluran pemasaran, farmer's share, marjin pemasaran dan monopoli indeks digunakan untuk analisis data. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendapatan petani yang melakukan usahatani jamur tiram membuat bagloglebih besar dibanding petani yang membeli baglog. terdapat dua saluran pemasaran jamur tiram di Kabupaten Bantul yaitu saluran panjang (I): petani - pedagang pengumpul - pedagang pengecer - konsumen, dan saluran pendek (II): petani - pedagang pengumpul - konsumen. Farmer's share pada saluran pemasaran panjang (I) diperoleh hasil 80%, marjin pemasaran sebesar Rp 3.000, dan indeks monopoli sebesar 1,5, sedangkan pada saluran pemasaran pendek (II) diperoleh hasil farmer's share sebesar 82,76%, marjin pemasaran sebesar Rp 2.500, dan indeks monopoli sebesar 2,5. Saluran pemasaran pendek (II) lebih efisien dibanding saluran pemasaran (I). Untuk meningkatkan pendapatan bisa dengan menanmbah jumlah baglog yang dibudidayakan dan membuat baglog sendiri.
The purpose of this research is to know the income of mushroom farm which make baglog and buy baglog, to know marketing channel of oyster mushroom, to know farmer's share, marketing margin, monopoly index and marketing efficiency of mushroom. The basic method in this research is descriptive analysis and its implementation with survey technique. Purposive sampling is used to determine the location of the research sample, while the research sample is selected by the method of Total Sampling. The number of samples selected were 20 oyster mushroom farmers, 5 merchant collectors and 5 retailers. The analysis used in this research are income, revenue, profit, marketing channel, farmer's share, marketing margin, and index monopoly used for data analysis. The result of the analysis shows that the income of farmers doing oyster mushroom farming make baglog bigger than farmers who buy baglog. There are two marketing channels of oyster mushroom in Bantul Regency that is long channel (I): farmer - collecting trader - seller trader - consumer, and short channel (II): farmer - collecting trader - consumer. Farmer's share in marketing long channel (I) was 80%, marketing margin was Rp 3,000, and monopoly index was 1.5, while marketing short channel (II) obtained 82.76% of farmer's share, marketing margin of Rp 2,500, and monopolistic index 2.5. Marketing short channel (II) is more efficient than marketing long channel (I). To increase earnings can be by increasing the number of baglog cultivated and make baglog own.
Kata Kunci : jamur tiram, pendapatan, saluran pemasaran, efisiensi pemasaran.