Pemanfaatan Media Sosial Instagram Dalam Kampanye Konservasi Kukang Jawa Oleh Little Fireface Project
DINI NOVIA SABILA, Dr. Lies Rahayu WF,M.P.
2018 | Skripsi | S1 KEHUTANANMasalah konservasi tidak hanya dapat diselesaikan hanya dari sisi ekologi maupun biologi semata. Dukungan publik juga memegang peran penting dalam konservasi. Maka dari itu, Little Fireface Project menggunakan media sosial Instagram sebagai salah satu media kampanye untuk meningkakan kesadaran masyarakat terhadap kukang jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan Instagram dan efektivitas pemanfaatan Instagram LFP dalam kampanye konservasi kukang jawa. Penelitian ini menggunakan metode campuran (Mixed Method) yang terdiri metode kualitatif dan kuantitatif dengan model Explanatory Design-follow up. Metode kuantitatif dilakukan dengan observasi langsung dan mendistribusikan kuesioner kepada followers akun Instagram LFP. Metode kualitatif dilakukan dengan wawancara. Hasil dari metode kuantitatif akan dianalisis menggunakan perhitungan rata-rata sederhana dan ditentukan efektivitasnya dari lima kategori efektivitas yang sudah ditentukan. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, selama lima tahun masa penggunaan, LFP sudah mengunggah 246 foto maupun video, dengan tagar yang sudah digunakan sebanyak 10 jenis tagar, dan berhasil mengumpulkan 783 follower per 7 Agustus 2017. Beberapa fitur yang belum digunakan yaitu, profil Instagram Business, kolom komentar, fitur story dan live video. Berdasarkan pengukuran yang sudah dilakukan dari aspek kognitif, asertif dan konatif, efektivitas pemanfaatan Instagram LFP masuk dalam kategori efektif. Berdasarkan aspek kognitif termasuk dalam kategori cukup efektif namun, materi kampanye belum mencakup seluruh kegiatan LFP. Dilihat dari aspek asertif Instagram LFP termasuk dalam kategori efektif, hal ini didukung dengan penggunaan gambar yang menarik dan kualitas yang bagus. Dalam aspek konatif pemanfaatan Instagram LFP termasuk dalam kategori efektif, followers tertarik untuk mengikuti kegiatan LFP.
Some conservation problems cannot only be solved by relying on ecology or biology perspective alone. Addressing problem caused by human activities requires support and action from public. Thus, LFP comes up with social media Instagram to raise awareness toward The Javan slow loris population. This research aims to know its utilization and effectiveness of LFPs Instagram. This research was conducted in July until September 2017. This research was using Mixed Method Design with Explanatory Follow-up Model which consists of qualitative and quantitative methods. Quantitative method is executed by distributing questionnaires to followers Instagram LFP account. Qualitative method was consisted of direct observation and interview. The results of the quantitative method will be analyzed using simple calculations and determined their effectiveness from the five predefined effectiveness categories. The result showed that during five years of usage, LFP has uploaded 246 photos and videos, with 10 types of hashtags have been used, and managed to collect 783 followers per 7 August 2017. Some features that have not been used are Instagram Business profile, comment, story and live video. Based on the measurement, effectiveness of LFP Instagram utilization categorized as effective. Based of cognitive aspect categorized as quite effective, even though, the campaign materials did not cover all LFPs activities. Based on assertive aspect, LFP Instagram is categorized as effective to attract people by putting attractive and high quality photos. Based on conative aspect LFP Instagram utilization is categorized as effective as it attracts people to join LFP activities.
Kata Kunci : kampanye sosial, konservasi, Instagram, kukang jawa;Social campaign, conservation, The Javan slow loris, Instagram