Laporkan Masalah

PERBANDINGAN POLA PEMUKIMAN PECINAN WILAYAH PESISIR DAN PEDALAMAN DI JAWA TENGAH (STUDI KASUS: PECINAN SEMARANG DAN PECINAN SURAKARTA

USWATUN KHASANAH, Fahmi Prihantoro, S.S.,S.H.,M.A.

2017 | Skripsi | S1 ARKEOLOGI

Pecinan merupakan permukiman Etnis Tionghoa terbentuk secara berkelompok dan terletak pada sebuah kota yang padat dengan aktivitas perekonomian, Pecinan memiliki bangunan bergaya arsitektur khas serta adanya kelenteng yang berfungsi sebagai tempat beribadah bagi masyarakat keturunan Tionghoa. Pemukiman terbentuk secara mengelompok akan membentuk sebuah pola pada pemukiman, maka akan diketahui bentuk pola pemukiman dan faktor yang melatarbelakangi penerapan pola pemukiman pada kawasan Pecinan pesisir dan pedalaman. Skripsi ini mengungkap tentang perbandingan pola pemukiman Pecinan wilayah pesisir dan pedalaman. Pola pemukiman sebagai data pokok dalam tulisan ini, menggunakan analisis perbandingan terhadap bentuk pola pemukiman yang terdapat pada kawasan Pecinan dengan membandingkan pola pemukiman Pecinan pada kedua wilayah. Perbandingan dilakukan dengan membagi menjadi beberapa komponen di antaranya kawasan permukiman, kawasan peribadatan, dan akses jalur transportasi. Hasil perbandingan diperoleh persamaan dan perbedaan pada komponen-komponen yang telah ditentukan, hal tersebut sebagai pendukung terbentuknya sebuah pola pemukiman. Skripsi ini menghasilkan kesimpulan bahwa pola pemukiman Pecinan di wilayah pesisir dan pedalaman memiliki perbedaan yaitu Pesisir berbentuk pola grid teratur sedangkan pedalaman berbentuk pola grid tidak teratur serta latar belakang pemilihan pola pemukiman dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Kawasan Pecinan berfungsi sebagai tempat tinggal dan kegiatan ekonomi menyebabkan kawasan Pecinan ramai dan berkembang pesat dalam perekonomian di sebuah kota. Seiring perkembangan zaman Pecinan masih bertahan menjadi pusat perekonomian dan tempat kunjungan wisata budaya.

Chinatown is Chinese ethnic community settlement that was formed in groups and located in a city with high-performing economic activities. Chinatowns buildings have a specific architectural style, which includes the temple that serves as a place of worship for Chinese descendant. A group of Chinese settlements would naturally form a pattern, which would show the form of settlement pattern and background factor of the application of settlement pattern on Chinatown in the coastal and inland area. This undergraduate thesis reveals the comparison between Chinatown settlement pattern in coastal and inland area. Settlement pattern that serves as main data in this research was analyzed by comparing the form of Chinatown settlement pattern which was applied in both areas. The comparison results on the division of the components of Chinatown which are: settlement area, religious practice area, and transportation route access area. This process will also determine the similarities and differences between each component, which apply as the supporting factor of the formation of settlement pattern. This research concludes that Chinatown settlement pattern in coastal and inland area are different. In coastal area, the settlement pattern forms regular grid while in the inland area, the settlement pattern forms irregular grid. In addition, the election background of settlement pattern is influenced by environmental factor. Chinatown area functions both as residence and a place to conduct economic activities, thus bring Chinatown area to be a city of hustle with rapid economic development. Moreover by the passing time, the Chinatown area evolved to be the economic center and cultural tourist destination.

Kata Kunci : Kata kunci: Pola pemukiman, Pecinan, pesisir-pedalaman.

  1. S1-2017-312567-abstract.pdf  
  2. S1-2017-312567-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-312567-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-312567-title.pdf