ESTIMASI NILAI RIPITABILITAS BERAT TELUR, INDEKS TELUR DAN BERAT DOC AYAM LEGUND PADA PERKAWINAN JANTAN DAN BETINA BERBAGAI SEBARAN BULU
AINI NINDYARESMI, Prof. Dr. Ir. Jafendi H. Purba Sidadolog; Tety Hartatik, S.Pt., Ph.D.
2017 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui estimasi nilai ripitabilitas berat telur, ukuran panjang dan lebar telur serta berat DOC hasil perkawinan jantan dan betina Ayam Legund berbagai sebaran bulu. Perhitungan nilai ripitabilitas didasarkan pada kondisi bulu betina 30% dan 60%. Materi yang digunakan dalam penelitian yaitu 24 ekor ayam Legund yang terdiri 8 ekor pejantan (3 ekor pejantan 60% (NaNa), 3 ekor pejantan 30% (Nana) dan 2 ekor pejantan normal (nana)) dan 16 ekor betina (8 ekor betina 60% (NaNa) dan 8 ekor betina 30% (Nana)). Setiap pejantan dikawinkan dengan satu ekor betina 30 dan 60%. Pengumpulan data dilakukan selama 35 hari berturut-turut. Data yang dikumpulkan meliputi berat telur, ukuran panjang dan lebar telur, indeks telur serta berat Day Old Chick (DOC). Data selanjutnya dianalisis menggunakan analisis pola searah dan dilakukan uji ripitabilitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi bulu betina tidak berpengaruh nyata terhadap berat telur, ukuran panjang dan lebar telur, indeks telur serta berat Day Old Chick (DOC). Estimasi niai ripitabilitas dari penelitian ini menunjukkan bahwa berat telur dan berat DOC berada dalam kategori sedang sampai tinggi. Sedangkan ukuran panjang dan lebar telur serta indeks telur berada pada kategori rendah.
This research was conducted to estimates the repeatability value of egg weight, egg shell index and DOC weight of cross breeding naked neck chicken genotype. The calculation of repeatability value is based on hen�s feather distribution (30 and 60%). Material that used in this research is 24 naked neck chickens which consist of 8 cockerels (3 cockerels 60% (NaNa), 3 cockerels 30% and 2 normal cockerels (nana)) and 16 hens (8 hens 60% (NaNa) and 8 hens 30% (Nana)). Each cockerel was mated with two hens (30 and 60%). Data were collected for 35 days which includes egg weight, egg length, egg width, egg shape index and DOC weight. The value of repeatability was estimated using one way classification. The result of this research was shown that feather distribution did not affect egg weight, egg shape index and DOC weight. Repeatability estimate of this research was shown that egg weight and DOC weight were in the medium to high category. While egg length, egg width and egg shape index were in the low category.
Kata Kunci : Ayam Legund, berat telur, indeks telur, berat DOC, ripitabilitas