Laporkan Masalah

Analisis Kestabilan Lereng pada Daerah Alterasi Hidrotermal di Desa Kasihan dan Sekitarnya, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur

FARIDHA APRILIA, I Gde Budi Indrawan S.T., M.Eng., Ph.D. ; Dr. Ir. I Wayan Warmada

2018 | Tesis | S2 Teknik Geologi

Desa Kasihan dan sekitarnya, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur merupakan suatu daerah dengan morfologi berupa perbukitan hingga pegunungan dengan kemiringan lereng landai hingga sangat curam. Daerah tersebut mengalami alterasi hidrotermal dan dijumpai beberapa longsor. Sebagian besar penelitian yang telah dilakukan pada daerah tersebut berkaitan dengan geologi, alterasi, dan mineralisasi, sedangkan penelitian berkaitan dengan karakteristik keteknikan batuan dan kestabilan lereng belum dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan karakteristik keteknikan batuan dan menentukan kondisi kestabilan lereng daerah penelitian ini. Penelitian dilakukan dengan metode pemetaan di permukaan yakni pemetaan litologi, alterasi, struktur geologi, dan tingkat pelapukan. Pengambilan sampel batuan dilakukan untuk pengujian di laboratorium, yakni petrografi, X-Ray Diffraction (XRD), X-Ray Fluorescence (XRF), dan sifat keteknikan batuan. Pengujian sifat keteknikan batuan menggunakan sampel terganggu dan sampel tidak terganggu, yakni uji geser langsung, densitas, ¬specific gravity, distribusi ukuran butir, batas-batas Atterberg, permeabilitas, dan kandungan air. Selain itu analisis balik dilakukan terhadap longsoran untuk mendapatkan parameter kuat geser bidang diskontinuitas dan massa batuan. Karakterisasi keteknikan batuan dikelompokkan berdasarkan zonasi alterasi dan tingkat pelapukan. Analisis kestabilan lereng dilakukan dengan menggunakan data kemiringan lereng dari Peta Rupa Bumi Digital Indonesia skala 1:25.000 dan hasil karakterisasi keteknikan batuan. Pada batuan lapuk tinggi hingga lapuk sempurna diterapkan model kekuatan batuan Mohr-Coulomb, sementara Fungsi Anisotropi diterapkan untuk batuan tidak lapuk hingga lapuk sedang. Analisis kestabilan lereng menggunakan metode General Limit Equilibrium (GLE) dengan mengaplikasikan program Slide versi 6.0. Karakteristik keteknikan batuan daerah penelitian dibagi menjadi 3 kelompok besar yakni karakteristik batuan teralterasi argilik, batuan teralterasi propilitik, dan batuan teralterasi kalk-silikat. Masing-masing kelompok tersebut dibagi menjadi batuan tidak lapuk hingga lapuk sedang dan batuan lapuk tinggi hingga lapuk sempurna. Karakteristik keteknikan masing-masing kelompok tersebut berbeda-beda di mana dikontrol oleh tingkat pelapukan, jenis mineral penyusun, distribusi ukuran butir, dan kandungan mineral lempung. Hasil analisis kestabilan lereng menunjukkan daerah penelitian berada pada kondisi tidak stabil (FK <1), kondisi sangat kritis (FK=1-1,25), kondisi kritis (FK=1,25-1,5), dan kondisi stabil (FK >1,5). Untuk selanjutnya pemetaan bawah permukaan perlu dilakukan untuk mengetahui variasi litologi bawah permukaan dan pengujian sampel lebih lanjut di laboratorium untuk mendapatkan nilai konstansta material mi, nilai kuat geser, kuat tekan, dan permeabilitas batuan yang lebih akurat untuk batuan tidak lapuk hingga lapuk sedang.

Kasihan Village and its surrounding areas in Tegalombo District, Pacitan Regency, East Java, is located in a hilly and mountainous area with gentle to very steep slopes. This area has experienced hydrothermal alteration and numerous landslides. Most of previous researches in this area were related to geology, alteration, and mineralization. However, research on engineering characteristics of rocks and slope stability has not been conducted. The purpose of this research is to determine engineering characteristics of rocks and slope stability conditions of this area. This research was conducted by surface mapping including lithology, alteration, structural geology, and weathering degree. Then, samples were collected for laboratory testing such as petrography, X-Ray Diffraction (XRD), X-Ray Fluorescence (XRF), and engineering properties of rocks. Disturbed and undisturbed samples were used for laboratory testing of engineering properties of rocks including direct shear test, density, specific gravity, grain size distribution, Atterberg limits, permeability, and water content. Furthermore, back analysis was conducted on the landslides to obtain the discontinuity and rock mass shear strength parameters. Engineering characteristics of rocks were determined according to alteration zones and weathering degree. Slope stability analysis was done by using slope data from Peta Rupa Bumi Digital Indonesia scale 1:25.000 and results of engineering characterization of rocks. Mohr-Coulomb failure criterion was applied for highly-completely weathered rocks, while Anisotropic Function was applied for fresh-moderately weathered rocks. Slope stability analysis was done by applying General Limit Equilibrium (GLE) method by using Slide program version 6.0. Engineering characteristics of rocks in this research area were divided into 3 main groups: argillic altered rocks, prophyllitic altered rocks, and calc-silicate altered rocks. Then, each group was divided into highly-completely weathered rocks and fresh-moderately weathered rocks. Each group have different engineering characteristics of rocks as a control of the weathering degree, mineral composition, grain size distribution, and clay mineral content. Results from slope stability analysis showed that this research area was in unstable condition (FK<1), very critical (FK=1-1,25), critical (FK=1,25-1,5), and stable (FK>1,5). For further research and studies, subsurface mapping is needed to determine subsurface lithological variation and further laboratory testing to obtain more accurate value of material constant mi, shear strength parameters, compressive strength, and permeability of fresh-moderately weathered rocks.

Kata Kunci : : alterasi hidrotermal, karakteristik keteknikan, kestabilan lereng/hydrothermal alteration, engineering characteristics, slope stability


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.