Laporkan Masalah

TOKSISITAS KANDIDAT VAKSIN INFLUENZA TERHADAP GINJAL DENGAN PARAMETER UREUM DAN KREATININ KELINCI (Oryctolagus cuniculus) GALUR NEW ZEALAND

RIFDA LATIFA, Dr. Arief Nurrochmad, M.Si, M.Sc., Apt. ; Dr. Ika Puspita Sari, M.Sc., Apt

2017 | Skripsi | S1 FARMASI

Influenza adalah penyakit yang disebabkan oleh virus, mudah menyebar dan terdapat di seluruh dunia. Salah satu cara mencegah influenza adalah dengan vaksinasi. Untuk membuktikan keamanan produk vaksin perlu dilakukan uji toksisitas kandidat vaksin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kandidat vaksin influenza terhadap parameter ureum dan kreatinin kelinci (Oryctolagus cuniculus). Metode penelitian mengacu pada pedoman WHO TRS 927 Annex I. Sebanyak 42 ekor kelinci jantan dan betina galur New Zealand yang berusia bulan dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kontrol PBS dan perlakuan vaksin. Hewan uji diberikan bahan uji secara intramuskular pada hari ke-1, 15, dan 29. Dilakukan pemeriksaan kimia darah untuk melihat kadar pada 3 hari dan 14 hari setelah perlakuan. Data yang dibandingkan adalah kelompok vaksin dan kontrol serta kelompok vaksin dan kontrol dengan masa reversibilitasnya. Data yang diperoleh dilakukan uji distribusi normal. Data yang diperoleh tidak terdistribusi normal sehingga dilanjutkan dengan uji statistik non parametrik Kruskal-Wallis dilanjutkan uji Mann Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandidat vaksin influenza 1 kali, 2 kali, dan 3 kali pemberian tidak menunjukkan perbedaan signifikan pada parameter fungsi ginjal yang berupa ureum dan kreatinin. Kandidat vaksin influenza tidak menyebabkan perubahan kadar ureum dan kreatinin pada kelinci jantan maupun kelinci betina.

Influenza is a disease caused by viruses, easy to spread and there is around the world. One way to prevent influenza is by vaccination. To prove the safety of vaccines need to be done a test vaccine candidates toxicity. This research aims to know the influence of the granting of candidate vaccines against influenza and creatinin ureum parameters of rabbits (Oryctolagus cuniculus). Research methods in reference to WHO guidelines TRS 927 Annex i. as much as 42 males and females Bunny tail strain New Zealand month-old split into 2 groups, the PBS control and treatment vaccine. Animal test test materials are given intramuscular on day 1, 15, and 29. Blood chemistry examination is used to see levels in 3 days and 14 days after treatment. The data is compared to a control group of vaccines and vaccine and control groups as well as with the reversibility. The data obtained is done test normal distribution. The data obtained are not distributed normally so continued with a non parametric statistical test of Kruskal-Wallis test followed Mann Whitney U Test. The results showed that the candidate of the influenza vaccine 1 time, 2 times, and 3 times the grant did not show significant differences in renal function parameter in the form of urea and creatinine. Candidate influenza vaccine does not cause changes in the levels of creatinine in rabbits and urea male or female rabbit.

Kata Kunci : kelinci, kreatinin, ginjal, toksisitas, ureum, vaksin influenza / creatinin, influenza vaccine, kidney, Rabbit, toxicity, ureum,

  1. S1-2017-362908-abstract.pdf  
  2. S1-2017-362908-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-362908-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-362908-title.pdf