Ikonisitas Kecantikan dalam Hikayat Misa Taman Jayeng Kusuma: Analisis Semiotika Sanders Peirce
RESTU KUSUMASTUTI, Dr.Sudibyo, M.Hum.
2018 | Skripsi | S1 SASTRA INDONESIAPenelitian ini berfokus pada ikonisitas kecantikan yang terdapat di dalam Hikayat Misa Taman Jayeng Kusuma. Hikayat ini ditrasliterasikan oleh Abdul Rahman Kaeh dan diterbitkan pada tahun 1985. Naskah suntingan Abdul Rahman Kaeh menjadi objek material dalam penelitian ini. HMTJK merupakan salah satu cerita Panji Melayu yang dituliskan pada abad ke 14-15M. Sama halnya dengan cerita Panji lainnya, cerita ini menceritakan tentang kisah cinta antara Galuh Candera Kirana dan Raden Inu Kertapati. Selain menceritakan tentang kisah cinta antara keduanya, cerita Panji didukung oleh penggambaran kecantikan dan keindahan para tokohnya. Penelitian ini bertujuan untuk mencari ikonisitas kecantikan para tokohnya dan menghubungkan dengan kebudayaan yang berkembang pada masa itu. Teori yang digunakan adalah Semiotika Sanders Peirce yang mengacu pada tipologi tanda ikon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikon-ikon yang digunakan untuk menggambarkan kecantikan berasal dari sesuatu yang dekat dengan kehidupan manusia, seperti flora, fauna dan keindahan alam. Ikon-ikon ini juga menunjukkan adanya hubungan antara kerajaan utama dan kerajaan sampingan. Penggambaran kecantikan tokoh-tokoh yang berasal dari kerajaan utama selalu mendapatkan ikon kecantikan yang melebihi tokoh-tokoh dari kerajaan sampingan.
This research is focussed on the beauty iconic at Hikayat Misa Taman Jayeng Kusuma. This object had been translated by Abdul Rahman Kaeh on 1985. This translation become the base for this research. HMTJK was Panji Melayu. This work being written at 14 or so 15 century. Same as Panji stories before, this work told a story about the love stories between Galuh Candera Kirana and Raden Inu Kertapati. The love stories on Panji had been supported by the beauty repretation on characters so, this research had goal to find the beauty iconic on HMTJK and it's relation with society on that era. Sanders Peirce's semiotic theory become the base on this research. Peirce idea had come up with sign as typology. The sign as typology is used in this research was icon. The result come up with conclusion that beauty iconic are used based on flora, fauna and the nature's beauty. The beauty iconic had relation with the plot of stories, so it's determined that the main kingdom have more beauty icon better than the minor kingdom.
Kata Kunci : Segitiga Peircean, Ikonisitas, Ikon, Kecantikan, kerajaan utama, kerajaan sampingan, Sanders Peirce, Sign, Typology, Icon, Iconic, Beauty Repretation, Main Kingdom, Minor Kingdom.