DETEKSI DAN PERKEMBANGAN TINGKAT SERANGAN NEMATODA Aphelenchoides besseyi PADA BENIH BERBAGAI VARIETAS PADI
NIKMATUL 'AZIZAH, Dr. Ir. Siwi Indarti, M.P.; Ani Widiastuti, S.P., M.P., Ph.D.
2017 | Skripsi | S1 ILMU HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHANAphelenchoides besseyi merupakan nematoda terbawa benih yang menyebabkan penyakit pucuk putih. Benih padi terinfestasi merupakan inokulum utama untuk penyebaran nematoda A. besseyi. Nematoda ini merupakan hama penting yang menyerang tanaman padi dan termasuk ke dalam OPTK A2 di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan dan perkembangan tingkat serangan nematoda A. besseyi pada berbagai varietas benih padi. Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel benih padi pada distributor benih di 3 Kecamatan di Kabupaten Klaten. Percobaan dilakukan dengan mendeteksi keberadaan nematoda A. besseyi pada benih dan menghitung tingkat serangan per minggu selama 3 minggu. Pengamatan meliputi kelimpahan populasi nematoda pada benih, batang, dan tanah serta waktu pertama kemunculan gejala pertama dan prosentase tanaman terserang A. besseyi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa A. besseyi ditemukan pada 16 dari 17 varietas benih padi yang diteliti yaitu pada varietas R1 IR 64, R2 IR 64, R3 IR 64, R1 Situbagendit, R2 Situbagendit, R1 Inpari 33, R1 Memberamo, R2 Memberamo, R3 Memberamo, R1 Way Apo Buru, R2 Way Apo Buru, Mekongga, Pepe, Ketan, Sintanur, dan Ciherang. Serta tidak ditemukan pada varietas R3 Situbagendit. Gejala serangan nematoda yang khas yaitu memutihnya pucuk daun muda yang diikuti dengan klorosis. Pada serangan lebih lanjut klorosis akan terjadi hingga pangkal daun kemudian daun akan mengering dan mengeriting. Prosentase serangan A. besseyi terendah pada minggu pertama dan tertinggi pada minggu ketiga pada uji statistik kecuali pada varietas R1 Situbagendit, R2 IR 64, dan R3 Situbagendit. Kelimpahan populasi A. besseyi pada benih tertinggi pada varietas ketan sebesar 116 nematoda dan tidak ditemukan pada varietas R3 Situbagendit. Nematoda ini juga tidak ditemukan pada batang. A. besseyi ditemukan dengan populasi rendah pada tanah dimana populasi terbesar yaitu 5,67. Serangan nematoda A. besseyi pada berbagai varietas tanaman padi meningkat setiap minggu baik itu kuantitatif (uji statistik) maupun kualitatif (gejala serangan). Dari 17 varietas yang diteliti terdapat 4 varietas yg perlu diteliti lebih lanjut karena terinfestasi A. besseyi sebesar >30 nematoda/100 benih yaitu varietas R1 Way Apo Buru, R1 Situbagendit, Ketan, dan R3 IR 64. Serta diperlukan upaya penghilangan inokulum A. besseyi yang berdormansi di dalam sekam padi sebelum ditanam.
Aphelenchoides besseyi is a seed borne nematode caused white tip disease. Infested rice seeds are inoculum source of infestation for A.besseyi widespread. A. besseyi is one of the major pest in rice dan included as OPTK A2 in Indonesia. The aim of the research was to determine occurance and development of symptom level caused by A. besseyi in various rice seeds. The experiment was conducted by taking seed rice in seed distributor in 3 subdistrict in Klaten Regency. The experiment was done by detecting A. besseyi in seed rice and counting the population in seed, steam, and soil; observing the time of initial, and measuring plant infected persentage. The result of the study revealed that A. besseyi was found in 16 of 17 varieties of seed rice that is R1 IR 64, R2 IR 64, R3 IR 64, R1Situbagendit, R2Situbagendit, R1Inpari 33, R1Memberamo, R2Memberamo, R3Memberamo, R1Way Apo Buru, R2Way Apo Buru, Mekongga, Pepe, Ketan, Sintanur, and Ciherang. A. besseyi not found in R3Situbagendit. The characteristic symptom of white tip disease is the whitening of the young leaf tip that is followed by chlorosis until the base leaf later dry and shred. The lowest iInfected plant percentage is in first week dan highest in third week in statistical tes except in R1 Situbagendit, R2 IR 64, dan R3 Situbagendit. The highest population of A. besseyi in seed is 116 nematodes in Ketan and the not found in R3 Situbagendit. A. besseyi also not found in steam. This nematode found in low population in soil which is the highest population is 5,67. A. besseyi infection increased every week in many varieties according to quantitative (statistic) and qualitative (symtomp) indicator. There was 4 from 17 varieties have to advanced research because infested by A. besseyi >30 nematodes/100 seeds which is R1Way Apo Buru, R1Situbagendit, Ketan, dan R3IR 64. And required elimination of A. besseyi inoculum in seed rice before cultivated.
Kata Kunci : Aphelenchoides besseyi, deteksi keberadaan, perkembangan tingkat serangan / Aphelenchoides besseyi, occurance detection, development of symptom level