Partisipasi Wanita Dalam Manajemen Air Bersih Rumah Tangga di Wilayah Peri-Urban (Studi Kelurahan Sekaran dan Kelurahan Pudakpayung Kota Semarang)
ANNIDA UNNATIQ ULYA, Prof. Dr. Sudarmadji, M.Eng.Sc., ; Dr. M. Widyastuti, M.T.
2017 | Tesis | S2 Ilmu LingkunganLingkungan wilayah peri-urban berubah seiring dengan perkembangan perkotaan dan jumlah penduduk. Perubahan yang terjadi merupakan ancaman bagi ketersediaan air bersih penduduk. Kebutuhan air bersih bagi rumah tangga dapat dipenuhi melalui manajemen air bersih yang bertujuan untuk mengefisiensikan penggunaan air sehingga mampu memberikan manfaat bagi pengguna air maupun lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi sumber air bersih saat ini di lokasi penelitian, menganalisis manajemen air bersih rumah tangga yang berlangsung, dan menganalisis tingkat partisipasi wanita dalam manajemen air bersih tersebut. Metode pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan analisis data secara kualitatif-kuantitatif. Lokasi penelitian yakni Kelurahan Sekaran dan Kelurahan Pudakpayung di Kota Semarang dipilih secara purposive berdasarkan karakteristik wilayah peri-urban, jenis sumber air bersih dan sebaran permukiman penduduk pengguna air. Sampel wanita rumah tangga diperoleh menggunakan metode accidental sampling dan purposive sampling. Data penelitian dikumpulkan menggunakan kuesioner, wawancara, dan kajian data sekunder. Terdapat tiga hasil penelitian yang diperoleh, hasil penelitian pertama yakni potensi sumber air bersih bagi rumah tangga di Kelurahan Sekaran adalah sumur bor dan sumur gali, sementara di Kelurahan Pudakpayung sumber air bersih berasal dari sumur bor, mata air, dan air PDAM. Hasil kedua yakni manajemen air bersih rumah tangga di lokasi penelitian tidak berlangsung secara optimal sehingga belum mampu mewujudkan kebermanfaatan efisiensi penggunaan air bagi lingkungan. Hal ini ditunjukkan oleh praktik menghemat air yang hanya bermotifkan penghematan biaya, serta kurangnya usaha konservasi air di tingkat rumah tangga. Hasil penelitian terakhir yakni tingkat partisipasi wanita secara umum tinggi dengan skor 75,40 di Kelurahan Sekaran dan skor 78,36 di Kelurahan Pudakpayung. Pada tahap perencanaan, tingkat partisipasi tinggi dengan skor 33,06 di Kelurahan Sekaran dan 34,26 di Kelurahan Pudakpayung. Pada tahap pelaksanaan dan evaluasi, tingkat partisipasi tinggi dengan skor 42,34 di Kelurahan Sekaran dan 44,10 di Kelurahan Pudakpayung.
Peri-urban areas are changed easily through urban development and people growth. Those become threats towards the availability of clean water for people. Sustainable of clean water necessary for household will be granted by clean water management which has goal to use water efficiently so it will make benefit both for user and environment. This research is aimed to observe the source of clean water existing, analyze household clean water management, and analyze women participation rate on household clean water management practice. This descriptive research use sampling method with qualitative-quantitative data analysis. Both of locations of this research (Kelurahan Sekaran and Kelurahan Pudakpayung) were purposively chosen based on characteristic of peri-urban area, type of the clean water resources, and the placement of water user settlements. The sampling employed accidental sampling and purposive sampling for household women. Data were collected by questionnaires, surveys and interviews. There are 3 results of this research, the first is the potential of clean water resources are artesian well and dug well for both Sekaran and Pudakpayung, and also water spring and piping (PDAM) for Pudakpayung only. Second result is household clean water management has not optimally done yet so it could not perform water use efficiency for environment. This showed by the practice of water saving was only done for saving the money, and the lack of water conservation in both locations. The third result is women participation rate is generally high with a score of 75,40 (Sekaran) and a score of 78,36 (Pudakpayung). In addition, the participation at planning, implementation and evaluation stages are also high with score 33,06 (planning) and 42,34 (implementation-evaluation) for Sekaran, and score 34,26 (planning) and 44,10 (implementation-evaluation) for Pudakpayung.
Kata Kunci : partisipasi wanita, manajemen air bersih rumah tangga, wilayah peri-urban