UJI SITOTOKSIK EKSTRAK KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana L.) TERHADAP HUMAN PRIMARY FIBROBLAST (Kajian in vitro)
NOVER SRI WAHYU, drg. Kwartarini Murdiastuti, Sp.Perio(K), Ph.D;drg. Sri Pramestri Lastianny, M.S., Sp.Perio(K)
2018 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER GIGIKulit manggis merupakan bagian dari buah manggis yang dikategorikan sebagai limbah. Terdapat kandungan senyawa bioaktif di dalam kulit manggis seperti xanthone dan flavonoid yang dinilai berpotensi mempercepat penyembuhan luka pada jaringan periodontal, serta senyawa lain yang bersifat antibakteri, antifungi, anti kanker dan lain sebagainya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek sitotoksik ekstrak kulit manggis pada human primary fibroblast. Penelitian ini menggunakan 25 sampel yang dibagi menjadi lima kelompok dengan konsentrasi ekstrak kulit manggis yang berbeda yaitu 100mikrogram/mililiter, 50mikrogram/mililiter, 25mikrogram/mililiter, dan 12,5mikrogram/mililiter dan 6,25mikrogram/mililiter serta kelompok kontrol tanpa perlakuan. Masing-masing kelompok diaplikasikan ke dalam well berisi sel human primary fibroblast yang kemudian diinkubasi selama 24 jam. Setelah diinkubasi, dilakukan uji sitotkosik dengan MTT assay yang hasilnya berupa nilai optical density (OD). Hasil data dianalisis sehingga didapat persentase sel yang viabel,dilanjutkan analisis menggunakan uji ANOVA, Post Hoc,dan Regresi Linear. Hasil uji statistik terhadap persentase viabilitas human primary fibroblast inkubasi 24 jam menunjukkan perbedaan yang bermakna (p>0,05) pada setiap kelompok perlakuan terhadap kontrol selain kelompok 12,5mikrogram/mililiter dan 6,25mikrogram/mililiter. Namun walau demikian disetiap kelompok menghasilkan presentase sel yang viabel > 90% ; 6,25mikrogram/mililiter (98,18±0,0014%) 12,5mikrogram/mililiter (101,54±0,0019%), 25mikrogram/mililiter (112,72±0,0024%), 50mikrogram/mililiter (127,84±0,0032%), 100mikrogram/mililiter (184,56±0,0032%) Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak kulit manggis tidak sitotoksik pada human primary fibroblast.
Mangosteen pericarp is part of the mangosteen fruit that is categorized as waste. Bioactive components such as xanthone and flavonoid in the mangosteen pericarp have a potential to accelerate the process of wound healing in periodontal tissues, antibactery, antifungi,anticancer, etc.The aim of this study was to know the effect cytotoxicity of mangosteen pericarp extract on human primary fibroblast. This study uses 25 sample divided into 5 groups which are concentrat mangosteen pericarp extract:100mikrogram/mililiter, 50mikrogram/mililiter, 25mikrogram/mililiter, dan 12,5mikrogram/mililiter 6,25mikrogram/mililiter and non-treatment group. Each group was applied into well containing human primary fibroblast cell which was then incubated for 24 hours. After incubation, cytotoxicity test was carried out by using MTT assay which results in an optical density (OD) value. Data then analyzed by ANOVA, LSD, and Regresi Linear. Statistical analysis of OD value after 24 hours incubation showed signficant difference (P>0.05) between each groups to control except group 12,5mikrogram/mililiter and 6,25mikrogram/mililiter.The calculation in this study that the entire mean values of cell viability were bove 90%; 6,25mikrogram/mililiter (98,18±0,0014%) 12,5mikrogram/mililiter (101,54±0,0019%), 25mikrogram/mililiter (112,72±0,0024%), 50mikrogram/mililiter (127,84±0,0032%), 100mikrogram/mililiter/ml (184,56±0,0032%). It could be concluded that mangosteen pericarp extract had non-cytotoxic effect on human primary fibroblast.
Kata Kunci : Ekstrak kulit manggis, sitotoksisitas, human primary fibroblast