BIOKONVERSI LIMBAH ORGANIK DAPUR DENGAN LARVA BLACK SOLDIER FLY (HERMETIA ILLUCENS)
MUHAMMAD DARMAWAN, Dr. Ir. Sarto, M.Sc; Dr. Ir. Agus Prasetya, M. Eng. Sc., Ph.D
2017 | Tesis | S2 TEKNIK SISTEMKehadiran larva jenis Black Soldier Fly (BSF) dalam sistem pengelolaan sampah sangat berguna, karena kemampuannya dalam mendegradasi limbah organik. Proses degradasi sampah dengan menggunakan bantuan larva BSF merupakan salah satu alternatif yang menjanjikan dalam pengelolaan sampah. Limbah Organik di Indonesia saat ini hampir mencapai 74% dengan komposisi utama adalah limbah sisa pertanian, dan sisa makanan. Proses penguraian limbah dengan BSF dapat mencapai 70%. Selain itu hasil biokonversi BSF, yang berupa larva kering dan pakan larva dapat dijadikan pakan ternak, kompos, dan biofuel. Sehingga sangat menarik untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biokonversi terhadap bahan organik dari limbah dapur dengan larva BSF dan mengetahui persentase reduksi limbah yang dilakukan oleh larva BSF, serta mengetahui kelayakan finansial ketika ingin dijadikan unit usaha. Penelitian ini menggunakan limbah sisa nasi dan limbah daun singkong sebagai pakan untuk larva. Jumlah larva yang diberikan sebanyak 200 ekor per jenis limbah. Penelitian dilakukan selama 15 � 20 hari dengan 3 variasi laju (feeding rate) pakan yaitu 100;150;dan 200 mg/larva/hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biokonversi limbah dapur dengan menggunakan BSF terbesar diperoleh dari limbah nasi pakan 100 mg/larva/hari dengan kecepatan pertumbuhan 20,34 gram yang menghasilkan 6,82% biomassa; 41,12% residu; dan 52,06% metabolisme larva BSF. Selain itu, reduksi sampah terbesar terjadi pada limbah nasi dengan pakan 100 mg/larva/hari persentase yang digunakan dengan konsumsi pakan 58,93% dan indeks reduksi limbah (WRI) sebesar 19,64%. Hasil kelayakan finansial telah dihitung dengan parameter BEP, PayBack Period, Pay Out Time, dan Return Of Investment menunjukkan bahwa produksi larva dengan kapasitas 1 Ton per hari dikatakan layak dan menguntungkan. Kata Kunci : Biokonversi, Limbah Nasi, Limbah Daun Singkong.
The occurence of Black Soldier Fly (BSF) larvae in the waste management system is very useful, because of BSF has ability to degrade organic waste. The process of waste degradation by using the help of BSF larvae is one promising alternative in waste management. Organic waste in Indonesia is now almost 74% with main composition is agricultural waste, and food waste. The waste decomposition process with BSF can reach 70%. The results of bioconversion by BSF, they are dried larvae and larvae feed can be used as animal feed, compost, and biofuel. So it is very interesting to study. This study aims to know about bioconversion of organic matter from kitchen waste with BSF larvae and to know the percentage of waste reduction performed by BSF larvae, and also to know the financial feasibility when the production of larvae wants to be a business unit. This research uses residual rice waste and cassava leaf waste as larvae fed. Number of larvae given as many as 200 heads per type of waste. The study was conducted for 15- 20 days with 3 feeding rate variations of 100, 150 and 200 mg / larva / day. The results showed that bioconversion of kitchen waste using the largest BSF was obtained from rice feed waste of 100 mg / larva / day with a growth rate of 20.34 grams yielding 6.82% of biomass; 41.12% residue; and 52.06% metabolism of BSF larvae. In addition, waste reduction occurred in rice waste with 100 mg / larvae / day feed consumption percentage 58,93% and waste reduction index (WRI) equal to 19,64%. Financial feasibility results have been calculated with BEP, PayBack Period, Pay Out Time, and Return Of Investment parameters indicating that larvae production of 1 Ton per day is considered feasible and profitable. Keywords: Bioconversion, Rice Waste, Cassava Leaf Waste.
Kata Kunci : Biokonversi, Limbah Nasi, Limbah Daun Singkong.