Laporkan Masalah

VALIDASI MODUL GuLaLi UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN GURU MENGAJAR SISWA TUNARUNGU PERLINDUNGAN DIRI DARI KEKERASAN SEKSUAL

FEBRIANA NDARU R, Dr. Ira Paramastri, M.Si, Psikolog

2017 | Tesis | S2 Psikologi Profesi

Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) memiliki risiko tiga kali lebih besar menjadi korban Kekerasan Seksual Anak (KSA). Pencegahan berbasis sekolah terbukti efektif menurunkan risiko terjadinya KSA. Namun modul pencegahan KSA berbasis sekolah pada siswa tunarungu masih minim. Hal tersebut membuat keterampilan guru mengajari prevensi KSA pada siswa tunarungu masih terbatas. Penelitian ini ditujukan untuk menguji validitas modul GuLaLi (Guru Latih Lindungi) untuk meningkatkan keterampilan guru mengajar pencegahan KSA pada siswa TK dan SD tunarungu. Modul GuLaLi disusun berdasarkan prosedur pelatihan keterampilan perilaku (Behavioral Skills Training-BST). Partisipan penelitian ini adalah tujuh guru TKLB B dan SDLB B pada sebuah SLB di Kabupaten Bantul, DIY. Metode yang digunakan adalah one group pre-post test design. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi guru mengajar prevensi KSA. Analisis kuantitatif dilakukan melalui uji statistik Wilcoxon signed rank test serta menggunakan analisis deskriptif. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan skor keterampilan mengajar yang ditunjukkan guru sebelum dan sesudah penelitian dengan Z = -2.366 dan p<0.05. Artinya modul GuLaLi valid untuk meningkatkan keterampilan guru mengajari siswa cara melindungi diri dari KSA.

Children with disabilities have three- time greater risk of child sexual abuse (CSA). School-based prevention program is proven effective to prevent CSA. Unfortunately, many teachers lack of skills to teach deaf students on sexual abuse and self-protection. Moreover, there are not many modules on CSA for children with disabilities available. This study examined the validity of a module (GuLaLi, Guru Latih Lindungi/ Teachers Train and Protect) to enhance the teachers'skills to train deaf students on CSA prevention. Prior to the study, the researcher developed the module following Behavior Skills Training (BST) procedure. Seven teachers from one of kindergarten and primary schools for the deaf in Bantul Regency participated in the study. The study used one-group pre and post test design. The data was quantitatively analyzed analysis was conducted through statistical test using Wilcoxon signed rank test and also descriptive analysis. The result showed this module can improve teacher skills to teach student how to prevent CSA (Z = -2.366, p<0.05).

Kata Kunci : Kekerasan Seksual Anak, guru, tunarungu, pencegahan berbasis sekolah, Behavioral Skills Training.

  1. S2-2017-370648-abstract.pdf  
  2. S2-2017-370648-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-370648-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-370648-title.pdf