Laporkan Masalah

REPRESENTASI EROTISME BARU DALAM KOMIK DIGITAL INDONESIA (Analisis Semiotika Representasi Erotisme Baru dalam 6 Judul Komik Tahilalats Tahun 2015-2016)

NUR AMALA SAPUTRI, Novi Kurnia, M.Si., M.A., Ph.D.

2017 | Tesis | S2 Ilmu Komunikasi

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan simbol-simbol dan tanda- tanda yang mengandung nilai-nilai erotis dalam komik Tahilalats karya Nurfadli Mursyid. Objek kajian dalam penelitian ini adalah 6 judul komik Tahilalats yang terbit pada tahun 2015-2016 yang mewakili empat tema terpilih (chara, kehidupan sekolah, politik, dan drama) serta memiliki tingkat penyuka dan komentar yang tinggi. 6 judul tersebut adalah Shuriken, Guru Olah Raga, Koruptor, Dimandiin, Tisu Mejik, dan Ngikutin Kakak. Unit analisis dalam penelitian ini berdasar pada dua komponen utama dalam komik Tahilalats, yakni fitur interaktif instagram yang digunakan sebagai medium Tahilalats dan pada segi konten komik. Fitur interaktif mencakup; tagar, taging, komentar, dan penyuka. Lalu pada segi konten komik yang mencakup format konten, elemen- elemen komik, logika dan sekuensing, serta efek spesial dalam komik. Data dianalisis dengan menggunakan metode analisis kualitatif semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian memperlihatkan simbol-simbol erotisme baru yang melambangkan inses, fetisisme, transgender, pedofilia, gay, serta seksualitas, tubuh, dan preferensi sosial dalam Tahilalats. Berdasar paradigma kritis, terdapat ideologi tertentu yang terkait dengan latar belakang Nurfadli sebagai masyarakat Bugis melalui budaya inses, sosok bissu, dan calabai. Di sisi lain, penggunaan instagram sebagai medium komik telah merubah cara penyajian dan cara menikmati konten erotis dalam komik. Respon netizen dapat diukur melalui fitur suka dan komentar. Adanya fitur komentar dalam platform instagram juga menjadikan para netizen ikut berperan besar dalam mengkonstruksikan konten erotis dalam komik Tahilalats.

The purpose of this study is to describe symbols and signs containing erotic values in the Tahilalats comic by Nurfadli Mursyid. The study subjects in this study are six titles of Tahilalats, which published in 2015-2016 representing four selected themes (chara, school life, politics, and drama) and have high levels of likers and comments. The six titles are Shuriken, Guru Olah Raga, Koruptor, Dimandiin, Tisu Mejik, and Ngikutin Kakak. The unit of analysis in this study is based on two main components in Tahilalats. The two components are; instagram interactive feature which is used as Tahilalats medium and comic content aspect. Interactive features includes; hashtag, tagging, comments, and likers. Then in terms of comic content that includes; content formats, comic elements, logic and sequencing, as well as special effects in comics. Data were analyzed by using qualitative analysis method of semiotics Roland Barthes. The results show symbols of new eroticism that symbolize incest, fetishism, transgender, pedophilia, gay, and sexuality, body & social preferences in Tahilalats. Based on the critical paradigm, there are certain ideologies related to Nurfadli's background as Bugis society through incest, the figure of bissu, and calabai. On the other hand, the use of instagram as a comic medium has changed the way of presentation and how to enjoy erotic content in comics. Netizen response can be measured through likes and comments. The presence of commentary features in the instagram platform also makes the netizens play a major role in constructing erotic content in the Tahilalats comic.

Kata Kunci : representasi, erotisme baru, instagram, komik digital / representation, new eroticism, instagram, digital comics.

  1. S2-2017-388845-abstract.pdf  
  2. S2-2017-388845-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-388845-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-388845-title.pdf