Laporkan Masalah

PENGARUH JENIS KELAMIN, PENDIDIKAN, DAN WILAYAH TERHADAP PENCIPTAAN KETIMPANGAN PENDAPATAN: STUDI EMPIRIS KETIMPANGAN URBAN DI INDONESIA

ALEXANDER MICHAEL, Eny Sulistyaningrum, S.E., M.A., Ph.D

2017 | Skripsi | S1 ILMU EKONOMI

Ketimpangan Indonesia yang diukur dengan koefisien gini mengalami kenaikan sejak krisis ekonomi. Padahal secara rata-rata terdapat perbaikan pendapatan nominal dari pekerja. Namun, kenaikan pendapatan tersebut tidak dirasakan sama oleh setiap grup. Penelitian ini mengambil fokus jenis kelamin, pendidikan, dan wilayah sebagai indikator ketimpangan pendapatan. Terdapat dua tujuan dari skripsi ini. Pertama yaitu, melakukan dekomposisi pendapatan berdasarkan grup, agar dapat mengetahui ketimpangan pendapatan di kuantil atas dan bawah. Kedua yaitu, mengetahui faktor-faktor ketimpangan pendapatan di Indonesia. Faktor-faktor tersebut adalah karateristik pekerja seperti jenis kelamin, pendidikan, dan wilayah. Dalam menganalisis tujuan tersebut, metodologi yang digunakan adalah indeks Theil dan regresi kuantil. Indeks Theil digunakan dalam penelitian karena indeks dapat di dekomposisi berdasarkan within group dan between group. Sedangkan, regresi kuantil digunakan dalam penelitian karena mampu menjelaskan perubahan ketimpangan yang terjadi. Dalam penelitian ini, data yang digunakan berasal dari Indonesian Family Life Survey (IFLS) dari tahun 1993, 1997, 2000, 2007, dan 2014. Pemakaian data ini dimaksudkan untuk menganalisis perubahan dengan rentang waktu lebih panjang. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa ketimpangan pendapatan mengalami penurunan sebelum krisis, namun setelah krisis ketimpangan pendapatan mengalami kenaikan. Sebagian besar ketimpangan grup disumbang oleh ketimpangan di dalam grup (within group). Selain itu, jenis kelamin, pendidikan, dan wilayah berpengaruh signifikan dalam menciptakan ketimpangan pendapatan. Secara besar presentase, pekerja yang berada pada kuantil bawah memiliki perbedaan pendapatan dibandingkan pekerja yang berada pada kuantil atas. Dari temuan tersebut, pemerintah perlu untuk memeberikan fasilitas kebijakan afirmasi, akses bagi pendidikan yang berkualitas, dan akses bagi pekerja rural.

Indonesia's inequality as measured by the gini coefficient has increased since the economic crisis. Whereas on average there is increase of nominal income for overall workers. However, the increase in income is not felt the same by each group. This study takes the focus of gender, educational attainment, and region as an indicator of income inequality. There are two objectives of this thesis. First is to decompose income by group, in order to know the inequality of income in the top and bottom quintiles. The second is to know the factors of income inequality in Indonesia. These factors including main focus of this research. In analyzing these objectives, the methodology is Theil index and quantile regression. Theil Index is used in research because the index can be decomposed based on within group and between group. Meanwhile, the purpose of quantile regression because it is able to explain changes in inequality. In this study, the data used were from the Indonesian Family Life Survey (IFLS) from 1993, 1997, 2000, 2007, and 2014. This data usage is intended to analyze changes over longer time spans. The findings of this study indicate that income inequality decreased before the crisis, but after the crisis, income inequality increased. Most group inequality is contributed by inequality within group. In addition, gender, educational attainment, and region have a significant effect on creating income inequality. On a large percentage, workers in the lower quantile have a difference income compared to workers in the upper quartile. From these findings, the government needs to provide affirmative policy facilities, access to quality education, and access to rural workers.

Kata Kunci : Inequality, Theil Index Decomposition, and Quantile Regression