FAKTOR PREDIKTOR GANGGUAN PERTUMBUHAN PADA BAYI BERAT LAHIR SANGAT RENDAH DAN KURANG BULAN SELAMA RAWAT INAP
NOVIYANI LEKSOMONO, dr. Retno Sutomo, Ph.D, Sp.AK; dr. Ekawaty L Haksari, Sp.AK
2017 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran KlinikLatar belakang: Bayi berat lahir sangat rendah (BBLSR) kurang bulan merupakan kelompok yang rentan mengalami gangguan pertumbuhan pada awal kehidupan. Defisit nutrisi sejak dalam kandungan dan berlanjut paskanatal akibat berbagai komorbid perinatal berpotensiasi memengaruhi laju pertumbuhan, waktu capaian nutrisi enteral penuh dan nutrisi untuk tumbuh. Gangguan pertumbuhan pada awal kehidupan meningkatkan risiko gangguan tumbuh kembang pada usia kanak-kanak. Tujuan: mengetahui faktor prediktor gangguan pertumbuhan pada BBLSR kurang bulan selama rawat inap. Metode: Penelitian kohort retrospektif, menggunakan data rekam medik divisi perinatologi RSUP Dr. Sardjito dari tahun 2011-2016. Analisis bivariat chi square untuk menilai hubungan antara variabel bebas dan terikat. Analisis multivariat regresi logistik untuk menyusun model persamaan dari faktor prediktor yang bermakna terhadap gangguan pertumbuhan pada BBLSR kurang bulan selama rawat inap. Hasil: Sebanyak 236 BBLSR kurang bulan yang dianalisis dalam penelitian. Proporsi kecil masa kehamilan/KMK (120/236) sebesar 50,4% mendominasi kelompok moderate-late preterm. Analisis bivariat menunjukkan BBLSR kurang bulan tanpa komorbid (PDA, RDS, sepsis neonatorum, dan NEC) memiliki kesempatan lebih tinggi mencapai berat pulang > persentil 10 kurva pertumbuhan. Risiko PDA dan RDS lebih tinggi pada umur kehamilan lebih muda dan kelompok sesuai masa kehamilan/SMK. Laju pertumbuhan SMK lebih tinggi daripada KMK namun tidak berbeda bermakna (17,52 + 5,32 vs 16,50 + 5,99 g/kgBB/hari, P = 0,255). Kondisi KMK merupakan satu-satunya faktor prediktif yang bermakna meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan (RR = 1,4, IK 95% 1,24-1,58, p=0,001) dan gangguan pertumbuhan berat (RR = 1,8, IK 95% 1,51-2,10, p=0,001) pada analisis multivariat. Kesimpulan: KMK adalah faktor prediktor gangguan pertumbuhan pada BBLSR kurang bulan.
Background: Preterm very low birth weight (VLBW) neonate is a susceptible group suffered from early growth failure. Intrauterine nutritional deficit that may continue during perinatal period and various comorbid will impair weight velocity, time to reach fullfeed, and time to reach nutrition for growth. Early growth failure causes detrimental effect on growth and neurodevelopmental in early childhood. Objective: To know predictive factor of early growth failure in preterm VLBW Methods: A cohort retrospective study at Dr Sardjito Hospital, Yogyakarta for lived preterm VLBW neonates during hospitalization. Bivariate analysis continued by multivariate logistic regression analysis was done for filtered predictive factor contribute to cause early growth failure. Results: There were 236 lived preterm VLBW neonates during 2011-2016. Small for gestational age (SGA) dominated in moderate late preterm subgroup (50,4%). Bivariate analysis showed preterm VLBW without comorbid have a better chance to reach discharged weight above percentile 10 of growth curve. PDA and RDS were more common in younger gestational age and appropriate for gestational age (AGA) group. Weight velocity of AGA is higher than AGA (17,52 + 5,32 vs 16,50 + 5,99 g/kgBW/day, P = 0,255). SGA is the only significant predictive factor toward growth failure (RR = 1,4, 95% CI 1,24-1,58, p=0,001) and severe growth failure (RR = 1,8, 95% CI 1,51-2,10, p=0,001) in multivariate analysis. Conclusion: SGA is a predictive factor of growth failure in preterm VLBW neonate.
Kata Kunci : KMK-SMK, gangguan pertumbuhan, BBLSR, kurang bulan