PENERAPAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) UNTUK KEPUTUSAN PEMBELIAN PERSEDIAAN ALAT-ALAT KANTOR DAN PENGARUHNYA TERHADAP TOTAL BIAYA PEMBELIAN PADA KPP PRATAMA BARABAI DI BARABAI
PRANOTO SATRIA W, Adi Djoko Guritno, M.S.I.E., Ph.D.
2016 | Tesis | S2 ManajemenPenerapan metode Economic Order Quantity (EOQ) yang di deskripsikan oleh penulis didalam tesis ini diterapkan di KPP Pratama Barabai di Barabai, Kalimantan Selatan. Metode ini bertujuan untuk mendapatkan jumlah kuantitas yang optimal dari setiap kali pemesanan dilakukan. Didalam tesis ini, persediaan yang menjadi fokus utama dalam menentukan hasil dari jumlah kuantitas yang optimal untuk setiap kali pemesanan dan bagaimana perlakuannya didalam kantor pemerintahan yang memiliki peraturan yang berlaku untuk pengadaan barang dan/atau jasa. Panduan yang ada di dalam tesis ini dapat menjadi salah satu pedoman untuk menentukan EOQ serta menentukan titik dimana dilakukan pembelian atau pemesanan kembali (Reorder Point) yang berguna untuk mendapatkan total biaya yang optimal serta pemenuhan kebutuhan barang persediaan yang tepat dan tidak mengalami kekosongan waktu (idle time) dan dibandingkan dengan pemberlakuan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa. Untuk kantor pemerintahan, pembeliaan barang dilakukan menggunakan prosedur yang dihitung dalam satuan hari. Dan untuk menentukan EOQ, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan, antara lain: jumlah permintaan barang dalam satu periode, biaya pemesanan, harga barang, biaya penyimpanan, serta juga menentukan tingkat persediaan dimana kita harus melakukan pembelian kembali. Vendor merupakan salah satu hal yang perlu menjadi perhatian khusus dalam menentukan EOQ, Reorder Point, dan Total Biaya Pemesanan, dimana setiap vendor memiliki penawaran barang yang berbeda jenis, memiliki biaya pemesanan yang berbeda, serta memiliki waktu pengiriman yang berbeda (lead time). Sehingga dalam menentukan Total Biaya Pemesanan yang optimal perlu dihitung secara manual dari setiap vendor yang ada.
The application of Economic Order Quantity (EOQ) method described by the researcher in this thesis is applied in Barabai tax office, Barabai, South Kalimantan. The aim of this method is to obtain optimal quantity each time the order is being processed. In this thesis, the inventory is the main focus in determining the outcome of the optimal quantity for each order and how it is treated in government offices which have prevailing rules and regulations to the goods and/or services procurement. The guidelines found in this thesis can be one of the guidelines to determine the point at which procurement is conducted or reorder point that is useful to get the optimal total cost and the fulfillment of the precise supply goods and does not experience idle time and compared with the implementation of Presidential Decree Number 54, 2010 regarding the procurement of goods and services. For government offices, the purchasing of goods is made by using procedures that are calculated in units of days. And to determine EOQ, there are several factors that must be considered, among others: the amount of demands for goods in one periode, the order cost, the price of goods, the storage cost, as well as to determine the the level of inventory in which we have to perform re-purchase. Vendor is one thing that requires specific attention in determining EOQ, Reorder Point and Total Cost of Order, where each vendor offers different item type, different fees, as well as different delivery time (lead time). Thus, in determining the optimal Total Cost of Order needs to be calculated manually from any existing vendor.
Kata Kunci : : economic order quantity, eoq, reorder point, total biaya pemesanan, Peraturan Pemerintah Nomor 54 tahun 2010, lead time