IDENTIFIKASI, PREVALENSI DAN INTENSITAS INFEKSI ANISAKIS PADA IKAN LAYUR (Trichiurus sp.) HASIL TANGKAPAN DI PERAIRAN PANTAI PANGANDARAN
NISA QUROTA AYUN, Dr. Eko Setyobudi, S.Pi., M.Si.; Dr.Ir. Murwantoko, M.Si
2017 | Skripsi | S1 MANAJEMEN SUMBER DAYA PERIKANANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi, intensitas infeksi, dan jenis Anisakis pada ikan layur (Trichiurus sp.) hasil tangkapan di perairan Pantai Pangandaran, Jawa Barat. Sejumlah 869 ekor ikan layur hasil tangkapan nelayan telah diamati. Setiap sampel diukur panjang dan beratnya, kemudian dilakukan pembedahan untuk pengamatan infeksi larva Anisakis pada bagian rongga tubuh, saluran pencernaan, gonad, hati, dan daging. Sebanyak 20 ekor Anisakis dikoleksi dari ikan layur, masing-masing dilakukan pengamatan morfologi dengan melihat adanya mukron dan bentuk ventikulus, 3 ekor Anisakis dikoleksi untuk identifikasi secara molekuler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi larva Anisakis pada ikan layur di Perairan Pantai Pangandaran Jawa Barat relatif sedang yakni 45,5% dengan rata-rata infeksi 4,4 larva/individu. Larva Anisakis paling banyak ditemukan pada bagian rongga tubuh (89%), dan sangat sedikit ditemukan pada bagian lain. Hasil identifikasi morfologi dan molekuler menunjukkan bahwa Anisakis pada ikan layur merupakan Anisakis tipe I (Anisakis typica) yang ditandai dengan adanya mukron dan bentuk ventrikulus yang jelas dan tidak memiliki ceacum. Kehadiran Anisakis dengan prevalensi yang relatif sedang dan intensitas yang rendah menunjukkan resiko yang relatif kecil terhadap gangguan kesehatan manusia. Selain itu kehadiran Anisakis dapat juga digunakan sebagai indikator biologis untuk beberapa studi ekologi.
This study aimed to determine the prevalence, mean intensity, and type Anisakis larvae infection on hairtail (Trichiurus sp.) caught in Pangandaran waters, West Java. In total, 869 fish caught in Pangandaran have been collected. Each sample was measured total length and weighing, then examined for Anisakis larvae infection that is abdominal cavity, gastrointestinal tract, gonad, liver, and muscle. In total, 20 Anisakis collected from hairtail, each morphological observation by looking at the mucron and ventriculus, 3 Anisakis was collected for molecular identification. The result showed that the prevalence of Anisakis larvae in hairtail at Pangandaran waters, West Java was common (45,5%) with the mean intensity was 4,4 larvae/individual. Anisakis mostly found in the abdominal cavity (89%), and only a few was found in another part. The result of morphological and molecular identification showed Anisakis on hairtail was Anisakis type I (Anisakis typica) which was characterized by the presence of mucron and ventricular without caecum. The presence of Anisakis with a relatively moderate prevalence and low intensity indicates a relatively small risk to human health disorders. Any how, the presence of these larvae may be used as a biological indicator for several ecological studies.
Kata Kunci : anisakis, identifikasi, intensitas, layur, prevalensi