PENGUKURAN INTENSITAS KEBISINGAN AKIBAT AKTIVITAS LALU LINTAS PADA SIMPANG LIMA ASIA AFRIKA KOTA BANDUNG MENGGUNAKAN PERANGKATAN LUNAK VISUAL ANALYSER 2014
AKHMAD TAUFIK ISMAIL, Dr. Mitrayana, M.Si
2017 | Skripsi | S1 FISIKASalah satu dampak lingkungan yang paling mengganggu adalah kebisingan dan sumber kebisingan yang utama adalah lalu lintas. Kebisingan merupakan suara yang mengganggu dan berpotensi mempengaruhi kenyamanan dan kesehatan masyarakat. Oleh sebab itu, diperlukan suatu tindakan untuk mengukur dan mengetahui tingkat kebisingan yang terjadi akibat aktivitas lalu lintas. Telah dilakukan pengukuran tingkat kebisingan di simpang lima Asia Afrika Kota Bandung untuk mengetahui taraf intensitas kebisingan serta korelasi terhadap jumlah kendaraan yang melintas. Pengambilan data taraf intensitas kebisingan serta perhitungan jumlah kendaraan dilakukan tiap menit selama 10 menit pada kelima sudut simpang lima Asia Afrika dengan jarak 3 meter dari tepi jalan. Pengukuran dilakukan pada pagi hari (06.00-07.00), siang hari (11.30-12.30), sore hari (17.00-18.00), dan malam hari (21.00-22.00) selama satu minggu. Peralatan yang digunakan untuk mengukur intensitas kebisingan adalah laptop yang sudah ter-install perangkat lunak Visual Analyser 2014 yang sudah dikalibrasi menggunakan Sound Level Meter. Hasil dari penelitian ini adalah taraf intensitas kebisingan sinambung (LAeq) untuk rentang waktu satu minggu adalah LAeq = (76 plus minus 3 dBA). Hasil yang diperoleh di Simpang Lima Asia Afrika intensitas kebisingannya melebihi yang ditetapkan oleh pemerintah.
One of the most annoying environmental impact is noise and the main noise source is traffic. The noise could potentially affect comfortable and health of public. Therefore, the action was necessary to measure and determine the level of noise that occurs in road traffic. Sound level measurement of noise in Asia Afrika Bandung intersection has been done to research the influence of the number of vehicles to noise level measurement. In the study, sound measurement and vehicles calculation were taken every minute for 10 minute in five corner of Asia Afrika intersection with a distance of three meters from the edge of the road. The measurement has been done in the morning (06.00-07.00), noon (11.30-12.30), afternoon (17.00-18.00) and evening (21.00-22.00) for one week. Device used to the measurement sound level of noise was laptops, sound level meter and visual analyser 2014 software. The result of this study showed that sound level of noise for a week was LAeq= (76 plus minus 3 dBA). The research obtained the relation between times, days and locations to sound level of noise. Data result in Asia Afrika Bandung intersection noise level more intensity which recommended.
Kata Kunci : Taraf intensitas Kebisingan, Visual analyser, kebisingan jalan raya