Laporkan Masalah

STRATEGI KOMUNIKASI BERBASIS GENDER DALAM MEWUJUDKAN DESA MANDIRI PANGAN DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL

MELLY SYANDI, Prof. Dr. Partini, SU; Subejo, SP., MSc., PhD

2017 | Tesis | S2 Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan akses laki-laki dan perempuan dalam mendukung Desa Mandiri Pangan yang dilihat dari perspektif gender, serta mengkonstruksi strategi komunikasi berbasis gender dalam mewujudkan Desa Mandiri Pangan di Kabupaten Gunungkidul. Metode dasar penelitian ini adalah deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif yang didukung oleh data kuantitatif. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive di Desa Mertelu, Kecamatan Gedangsari dan Desa Planjan, Kecamatan Saptosari Kabupaten Gunungkidul. Jumlah responden untuk perolehan data kuantitatif sebanyak 20 responden laki-laki dan 20 responden perempuan. Informan penelitian berjumlah 5 orang dengan latar belakang yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses yang dijalani oleh anggota kelompok afinitas tidak mendapatkan hasil sebagaimana yang diharapkan. Kesenjangan gender dalam komunikasi menjadi salah satu kendala dalam mencapai keberhasilan program Desa Mandiri Pangan di Kabupaten Gunungkidul.

This study aims to analyze the role and access of men and women in supporting the Desa Mandiri Pangan from the perspective of gender, and to construct a gender-based communication strategy in realizing Desa Mandiri Pangan in Gunungkidul Regency. The basic method of this research is descriptive analysis with qualitative approach supported by quantitative data. The location of the research was determined purposively in Mertelu Village, Gedangsari Sub-district and Planjan Village, Saptosari District, Gunungkidul Regency. The number of respondents for the quantitative data were 20 male and female respondents. The informant of the study consisted of 5 people with different background. The research show that the process undertaken by affinity group members does not get the proper expected results. The gender gap in communication has become one of the obstacles in achieving the success of Program Desa Mandiri Pangan in Gunungkidul Regency.

Kata Kunci : strategi komunikasi, gender, desa mandiri pangan, Gunungkidul

  1. S2-2017-373097-abstract.pdf  
  2. S2-2017-373097-tableofcontent.pdf