Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA ANTENATAL CARE DENGAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI RSUD DR. M. YUNUS PROVINSI BENGKULU

LILIAN ANGGRAINI, Dr. Detty Siti Nurdiati, Sp.OG(K), MPH, Ph.D. ; Prof. dr. Djauhar Ismail, Sp.A(K), MPH, Ph.D.

2017 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Bayi berat lahir rendah (BBLR) termasuk kategori risiko peningkatan keterbelakangan awal pertumbuhan, penyakit menular, perkembangan dan kematian selama masa bayi dan anak. Faktor-faktor yang mempengaruhi berat bayi saat lahir adalah faktor maternal, lingkungan, dan janin. Perawatan antenatal yang baik merupakan faktor protektif berat badan lahir rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara antenatal care dengan bayi berat lahir rendah di RSUD Dr. M. Yunus Provinsi Bengkulu. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain studi cross sectional. Sample adalah ibu bersalin yang melahirkan di RSUD Dr. M. Yunus Provinsi Bengkulu tahun 2016. Analisis yang dilakukan adalah analisis univariabel, bivariabel dan multivariabel. Uji statistik yang digunakan adalah chi square dan regresi poisson dengan varian robust untuk mengestimasi nilai Prevalence Ratio (PR). Hasil : Prevalensi BBLR di RSUD dr M Yunus Bengkulu didapatkan sebesar 24%. Secara klinis, Ibu hamil dengan pelaksanaan Antenatal Care (ANC) yang kurang baik memiliki kemungkinan 1,3 kali lebih tinggi untuk memiliki bayi BBLR, namun secara statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara ANC dan kejadian BBLR (PR 1,3; 95% CI 0,52-3,22) setelah pengendalikan variabel pendidikan dan penghasilan. Variabel pendidikan diperoleh PR 3,1 (95% CI 1,87-5,20) dan penghasilan 2,7 (95% CI 1,63-4,49). Kesimpulan : Kejadian BBLR di Kota Bengkulu lebih disebabkan karena faktor lainnya selain pelaksanaan ANC. Pemantauan terhadap ibu hamil berisiko tinggi BBLR dan pemberian informasi kehamilan termasuk faktor risiko BBLR perlu dilakukan.

Background: Infants with low birth weight (LBW) including the increased risk category early growth retardation, infectious disease, progression and mortality during infancy and children. Factors that affect birth weight are maternal, environmental, and fetal factors. Good antenatal care is a protective factor for low birth weight infants. This research was aimed to determine the relationship between antenatal care and low birth weight infants in Dr. M. Yunus district hospital Bengkulu. Methods: This study was observational analytic with cross sectional study design. Sample was 190 women who gave birth at Dr. M. Yunus district hospital Bengkulu in 2016. Data was analized using univariable, bivariable and multivariable analysis. The statistical test used is chi square and poisson regression with robust variant to estimate Prevalence Ratio (PR) value. Results: The prevalence of LBW in Dr. M. Yunus district hospital Bengkulu obtained 24%. Clinically, pregnant women with poor Antenatal Care (ANC) were 1,3 times more likely to have LBW infants, but statistically indicatde that there was no association between ANC and LBW (PR 1.3, 95% CI 0.52-3.22) after controlling of educational and income variables. Educational variables obtained PR 3.1 (95% CI 1.87-5.20) and income 2.7 (95% CI 1.63-4.49). Conclusion: The incidence of LBW in Bengkulu was due to other factors in addition to the implementation of ANC. Monitoring of pregnant women at high risk of LBW and provision of pregnancy information including LWB risk factors need to be conducted.

Kata Kunci : Antenatal care, BBLR/ Antenatal care, low birth weight

  1. S2-2017-388150-abstract.pdf  
  2. S2-2017-388150-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-388150-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-388150-title.pdf