Laporkan Masalah

Studi Pengaruh Perubahan Infiltrasi dan Aliran Permukaan terhadap Penggunaan Lahan di Sebagian Wilayah Desa Maguwoharj, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

M. BARON SYAUQI, Dr. Suptrapto Dibyosaputro, M.Sc.

2017 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Penggunaan lahan memiliki pengaruh terhadap karakteristik hidrologi suatu daerah. Berubahnya penggunaan lahan tentu akan mengubah keseimbangan hidrologi suatu daerah. Penggunaan lahan yang berbeda memiliki kemampuan dalam meresapkan air hujan yang berbeda. Diantaranya jumlah air hujan yang masuk ke dalam tanah dan yang berada di permukaan berbeda pada jenis penggunaan lahan yang berbeda. Hal ini yang ingin dicari dalam penelitian ini, dimana tujuan dalam penelitian ini adalah mempelajari perubahan tebal dan koefisien infiltrasi dan aliran permukaan tahun 2004 dan 2010, serta mempelajari hubungan antara perubahan infiltrasi dan aliran permukaan dengan perubahan penggunaan lahan di sebagian Desa Maguwoharjo tahun 2004 dan 2010. Berapa parameter hidrologi seperti infiltrasi dan aliran permukaan dapat dicari menggunakan metode Soil Conservation Services Curve Number (SCS-CN). Metode ini telah memasukkan faktor penggunaan lahan dan tanah dalam perhitungannya sehingga relevan untuk digunakan dalam penelitian ini. Data yang dikumpulkan adalah data penggunaan lahan tahun 2004 dan 2010, curah hujan harian tahun 2004 dan 2010, data tekstur tanah, dan data observasi lapangan laju infiltrasi sebagai pembanding hashil perhitungan metode SCS-CN. Perhitungan SCS-CN dilakukan untuk setiap kejadian hujan pada tahun 2004 dan 2010. Peta dan tabel hasil penghitungan digunakan untuk analisis kaitan antara perubahan penggunaan lahan dengan perubahan tebal infiltrasi dan aliran permukaan. Penggunaan lahan dominan di daerah penelitian mengalami perubahan cukup signifikan antara tahun 2004 hingga 2010. Diantaranya penggunaan lahan daerah penelitian sebagian besar merupakan sawah atau permukiman. Sawah mengalami penurunan luas sebesar 12,84%, sedangkan luas permukiman bertambah 13,39%. Perubahan tersebut menyebabkan perubahan pada koefisien infiltrasi yang turun sebesar 0,087 (yaitu dari 0,625 pada tahun 2004 menjadi 0,538 pada tahun 2010) dan perubahan pada koefisien aliran yang meningkat sebesar 0,105 (yaitu dari 0,300 pada tahun 2004 menjadi 0,405 pada tahun 2010). Koefisien infiltrasi berkorelasi positif dengan penggunaan lahan sawah dengan angka korelasi 0,934 dan keofisien aliran permukaan berkorelasi positif dengan permukiman padat dengan angka korelasi 0,969.

Landuse has an impact on hydrologic condition of a certain area. Landuse change will lead to change in hydrologic balance. Different landuse has different capability to infiltrate rain. The amount of infiltrated rain and the amount of rain that still on the surface is different in a different landuse. Landuse change�¢ï¿½ï¿½s impact on hydrologic balance is what is to be sought in this research as purposes of this research are to study the change of infiltration depth and its coefficient, to study the change of runoff depth and its coefficient, and to study the relationship of infiltration change and runoff change with landuse change in a part of Maguwoharjo village. Some hydrologic parameters like infiltration and runoff can be estimated using Soil Conservation Services Curve Number (SCS-CN) method. This method have included landuse and soil variable in its equation which makes it relevant to calculate the value of infiltration and runoff in this research. Materials that collected in this research are landuse map of the research site in 2004 and 2010, daily rainfall depth in 2004 and 2010, soil texture of the research site, and filed observation of infiltration rate. SCS-CN measurement conducted to every rainfall event in 2004 and 2010. Map and table is used to analyse the relationship between landuse change and infiltration coefficient and runoff coefficient. Dominant landuse in the research site has changed significantly between 2004 to 2010. The dominant landuse were paddy field and residential. The area of paddy field has decreased equal to 12,84% in 2010 than 2004, whereas the area of residential has increased equal to 13,39%. That landuse change resulted in infiltration coefficient change which decreased by 0,087 (from 0,625 in 2004 became 0,538 in 2010) and runoff coefficient change which increased by 0,105 (from 0,300 in 2004 became 0,405 in 2010). The infiltration coefficient correlated positively with paddy field with correlation number equal to 0934, whereas the runoff coefficient correlated positively with dense residential with correlation number equal to 0,969.

Kata Kunci : Landuse, Infiltration, Runoff, Soil Conservation Services Curve Number

  1. S1-2017-302168-abstract.pdf  
  2. S1-2017-302168-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-302168-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-302168-title.pdf