Laporkan Masalah

YOGYAKARTA BERTINGKAH: Implikasi Patologis dari Jaminan Dana Keistimewaan dalam Revitalisasi Malioboro

ADELA ISNAINI, Prof. Dr. Purwo Santoso, M.A

2017 | Skripsi | S1 ILMU PEMERINTAHAN (POLITIK DAN PEMERINTAHAN)

Dalam sebuah kebijakan publik penjaminan atas tersedianya dana berlebih dapat mengakibatkan munculnya gejala patologi. Tak terkecuali, di Yogyakarta adanya dana keistimewaan sebagai dana transfer dari negara untuk pelaksanaan kewenangan istimewa ini menyebabkan muncul gejala salah tingkah. Dalam praktiknya, untuk melaksanakan kewenangan tata ruang terkait dengan penataan di Kawasan Malioboro gejala patologi muncul pada tahapan agenda setting sebagai akibat penjaminan tersedianya dana. Untuk melihat gejala patologi kebijakan yang muncul pada kebijakan Revitalisasi Malioboro, penulis menggunakan teori tiga arus John W. Kingdon yang terdiri dari arus masalah, kebijakan, dan politik. Adapun ketiga arus tersebut kemudian digabungkan oleh Policy Entrepreneur (PE) untuk membuka Policy Window. Selanjutnya untuk mengidentifikasi patologi yang terjadi pada kebijakan ini, penulis menggunakan konsep patologi kebijakan khusunya patologi dalam penganggaran Brian W Hogwood dan B. Guy Peters. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa arus kebijakan menjadi pendorong utama terbukanya jendela kebijakan dikarenakan peran policy entrepreneur. Pada arus kebijakan ini muncul gejala patologi disebabkan oleh Policy Entrepreneur. Gejala patologi yang muncul merupakan bentuk patologi kebijakan publik yang disebut dengan earmarking. Singkatnya, terjadinya paradoks dengan tersedianya Danais tercermin dari Kebijakan Revitalisasi Malioboro.

In a public policy, a guarantee of excess fund can cause pathology symptom. It happens in Yogyakarta where there is privilege fund which is given for the implementation of special authority causes pathology symptom. Pathology symptom appeared in agenda setting stage as the effect of the availability of fund in the implementation of spatial authority at Malioboro area. To see the pathology symptoms, the policy which appeared in the Malioboro revitalization policy, the researcher used multiple streams by John W. Kingdon which consist of problem stream, policy stream, and politic stream. Those three streams were joined by Policy Entrepreneur (PE) to open Policy Window. To identify the pathology happens in this policy, the researcher applied the pathology of public policy especially in budgeting by Brian W. Hogwood and B. Guy Peters. Based on the research result, the policy stream became the main incentive to open the policy windows because of the policy entrepreneur role. In the policy stream, pathology symptom appeared because of Policy Entrepreneur. Pathology symptom which revealed was kind of pathology of public policy which was called as earmarking. In summary, the paradox took place because of the availability of the privilege fund (Dana Keistimewaan) which reflected from Malioboro revitalization policy.

Kata Kunci : privilege fund (dana keistimewaan) , multiple streams, policy entrepreneur, policy windows, earmarking

  1. S1-2017-353426-abstract.pdf  
  2. S1-2017-353426-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-353426-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-353426-title.pdf