Reaksi pasar saham pengakuisisi atas pengumuman akuisisi internal dan faktor yang mempengaruhi intensitasnya :: Bukti empiris di pasar modal Indonesia
SANTOSO, Kanto, Promotor Prof.Dr. Bambang Sudibyo, MBA
2003 | Disertasi | S3 Ilmu EkonomiPenelitian ini dilakukan dengan motivasi untuk menguji kontroversi akuisisi internal di pasar modal Indonesia, yang mengandung konflik kepentingan antara pemegang saham pendiri pengakuisisi dengan pemodal publik, apakah menguntungkan atau merugikan pemodal publik. Hasil penelitian dalam periode 1990 hingga 30 Juni 1997, dengan sampel 42 pengakuisisi dari sektor non-keuangan, diintisarikan sebagai berikut: 1. Pasar bereaksi negatif terhadap akuisisi internal baik diukur dengan return saham abnormal pengakuisisi CAR(t0,t+10) maupun perubahan nilai sesuaian risiko pasar pengakuisisi ?MRAV(t0,t+10) , sehingga merugikan pemodal publik. 2. Rasio jumlah divestasi perusahaan sasaran dengan nilai buku ekuitas perusahaan sasaran, akuisisi yang dibayar dengan saham pengakuisisi dan besarnya ukuran pengakuisisi berpengaruh negatif pada return saham abnormal pengakuisisi CAR(t0,t+10). 3. Tingkat kepemilikan pemegang saham pendiri dan besarnya premium yang dibayarkan kepada perusahaan sasaran berpengaruh positif pada return saham ab-normal pengakuisisi CAR(t0,t+10). 4. Akuisisi yang dibayar dengan kas tidak berpengaruh terhadap return saham abnor-mal pengakuisisi CAR(t0,t+10). Temuan spesifik penelitian ini adalah divestasi pada perusahaan sasaran oleh pemegang saham pendiri pengakuisisi dengan motif perilaku oportunistik merupakan faktor utama penyebab negatifnya return saham abnormal pengakuisisi. Penelitian ini menunjukkan bahwa akuisisi internal yang diprakarsai oleh dan menguntungkan pemegang saham pengendali pengakuisisi telah merugikan pemodal publik, karena terbukti mengakibatkan return saham abnormal pengakuisisi negatif. Hal ini menunjukkan telah terjadi konflik kepentingan antara pemegang saham pen-diri pengakuisisi yang merangkap menjadi pengurus dan berkedudukan sebagai agen dengan pihak pemodal publik minoritas sebagai principal. Hasil empiris ini tidak dapat mendukung argumentasi yang dikemukakan pengakuisisi bahwa tujuan akuisisi adalah efisiensi dan menciptakan sinergi seperti yang dinyatakan pada pengumuman rencana akuisisi dan surat edaran akuisisi.
The main objective of this study is to examine the impact of internal acquisitions controversy occurred in the Indonesian capital market, which is characterized by inherent conflict of interest between acquirers' founding shareholders and public investors, whether creating or destroying value to the public investors. Samples in this study are non financial sector companies listed on the Jakarta Stock Exchange and consummating internal acquisition during 1990 to 30 June, 1997. The result of this study are follows: 1. Market has negative response to internal acquisition both measured by acquiring firm's abnormal return CAR(t0,t+10) and changes of market risk adjusted value ?MRAV(t0,t+10) , and therefore has destroyed public shareholders' wealth. 2. Ratio of divestment to target firm's equity book value, stock payment and acquiring firms' size have negative effect to the acquiring firm's abnormal return CAR(t0,t+10). 3. Founding shareholders stock ownership and premium paid to the target firms have positive effect to the acquiring firm's abnormal return CAR(t0,t+10). 4. Cash payment have no effect to the acquiring firm's abnormal return CAR(t0,t+10). Specific result of this study show that acquiring firm's negative stock abnormal return is mainly due to divestment on target firm as a motive of opportunistic behaviour by the acquiring firm's founding shareholders. This study show that internal acquisitions initiated by the acquiring firm's founding shareholders have only benefited themselves and destroyed public investors' wealth as measured by the acquiring firm's abnormal return. Age ncy problem do prevail in the form of conflict of interest between the acquiring firm's founding shareholders and management as agent in one side and public investors as principal in another side. No evidence has supported the acquiring firm's argument tha t reasons of internal acquisition are for efficiency and synergy creation as announced on the acquiring firm's circular letter.
Kata Kunci : Pasar Modal,Pengumuman Akuisisi Internal