Laporkan Masalah

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA GUWOSARI, KECAMATAN PAJANGAN, KABUPATEN BANTUL TAHUN 2015

TONY HARDIYANTO, Dr Bevaola Kusumasari, S.i.P, M.Si

2017 | Skripsi | S1 ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)

INTISARI Pembangunan yang terlalu menekankan peranan pemerintah sudah tidak relevan, karena dinilai kurang peka terhadap kebutuhan lokal (Korten, 1988: 87). Dalam konteks ini, keterlibatan masyarakat harus dimulai dari unsur terkecil yakni RT, Dukuh, desa atau kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten atau kota. Masyarakat harus dilibatkan dalam pembangunan yang akan dilaksanakan di wilayahnya melalui musrenbang. Musrenbang merupakan salah satu cara perencanaan partisipatif yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Namun jamak terjadi partisipasi masyarakat dalam musrenbang hanya sebatas legal standing atau formalitas belaka. Hal berbeda terjadi di Desa Guwosari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul. Tingkat partisipasi elemen-elemen masyarakat di Desa ini dalam kegiatan perencanaan pembangunannya relatif tinggi, Out put kebijakan yang di implementasikan pun banyak yang lahir dari usul masyarakat. Fokus yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah mengenai bentuk - bentuk partisipasi dan faktor apa yang mempengaruhi tingkat partisipasi musrenbang di Desa Guwosari. Dasar pemikiran dari penelitian ini berpijak pada teori bentuk bentuk partisipasi dan Faktor yang mempengaruhi partisipasi yang dikemukakan oleh Davis untuk menjawab rumusan masalah mengenai apa bentuk partisipasi masryarakat dalam musrenbang di desa Guwosari dan Faktor apa yang mempengaruhi tingkat partisipasi di Desa Guwosari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan metode penulisan deskriptif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini antara lain wawancara mendalam dengan beberapa pihak terkait, yakni Pemerintah Desa Guwosari, Tokoh Masyarakat yang berpartisipasi dalam Musrenbang, serta Pelaksana Program kegiatan yang ditunjuk. Selain itu, dokumentasi juga akan dilakukan untuk melengkapi data yang dibutuhkan. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa ada empat bentuk partisipasi yang dilakukan oleh masyarakat Desa Guwosari dalam Musrenbang, yaitu Partisipasi Pemikiran, Partisipasi Keahlian, Partisipasi Tenaga dan Partisipasi Barang. Partisipasi Tenaga paling dominan dalam Musrenbang, Partisipasi uang tidak dilakukan di Desa Guwosari. Adapun Faktor yang mempengaruhi partisipasi terbagi dalam dua hal yaitu Internal: Lingkungan, Budaya, Kepemimpinan dan Ekternal: Insentif, Kebanggaan, Trust. Dari keenam Faktor ini yang paling dominan dalam menentukan partisipasi masyarakat adalah Budaya, sedangkan kebanggaan dan kepercayaan tidak berpengaruh secara signifikan. Beberapa hal yang dapat menjadi rekomendasi bagi Musrenbang di Guwosari antara lain : 1) Perlu peningkatan transparansi anggaran dan sosialisasi tentang pendanaan program agar masyarakat bersedia berpartisipasi uang. 2) Memberikan apresiasi kepada kelompok masyarakat untuk menjaga semangat gotong royong sebagai salah satu faktor internal yang paling dominan dalam pembangunan di desanya.

ABSTRACT Development that emphasizes the role of government is irrelevant, because it's considered not sensitive to local needs (Korten, 1988: 87). In this context, community involvement should start from the smallest element of society like RT. The community should be involved in the development in its territory through Musrenbang. Musrenbang is participatory planning involving all stakeholders. However, its a common that community participation in musrenbang only as a legal standing or formality. But Something different found in Guwosari Village, Pajangan District, Bantul Regency. The participation level of the community elements in the development planning activities is relatively high, there are many policy implemented is aspiration from the community. The focus in this research is the models of participation and factors that influence the participation level of Musrenbang in Guwosari. The theory that the writer use of the reseach is models of participation and the factors influencing participation proposed by Davis to answer the question research what model of community participation in musrenbang in Guwosari and what factors influence the level of participation in Guwosari. The method used in this research is qualitative research with descriptive writing method. Methods of data collection in this study include in-depth interviews with several related parties, namely the Village Government of Guwosari, Community Leaders who participated in Musrenbang, as well as the executor of the designated activity program. In addition, documentation will also be done to complete the required data. Based on the research, it can be concluded that there are four model of participation conducted by the people of Guwosari in Musrenbang, namely Psychological participation, Physical participation, Participation with skill, Material participation. The most dominant is Physical Participation, Money participation is not done in Guwosari. The factors that influence participation are divided into two parts: Internal: Environment, Culture, Leadership and External: Incentives, Pride, Trust. The most dominant factor in determining community participation is Culture, whereas pride and trust do not have a significant effect. The researcher's recommendation for Musrenbang in Guwosari is: 1) Need to increase budget transparency and socialization about funding the program so that people are willing to participate in money. 2) To give appreciation to community groups to maintain the spirit of "gotong royong" as one of the most dominant internal factors in development in their village.

Kata Kunci : Partisipasi Masyarakat, Musrenbang, Bentuk Partisipasi, Faktor yang mempengaruhi partisipasi

  1. S1-2017-286963-abstract.pdf  
  2. S1-2017-286963-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-286963-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-286963-title.pdf