Laporkan Masalah

Status Hara P di Lahan Jagung Pada Tanah-Tanah yang Berkembang di Wilayah Kars, Vulkanik dan Batuan Sedimen di Daerah Istimewa Yogyakarta

M. RESTU SETIAWAN, Dr. Makruf Nurudin, S.P., M.P.;Dr. Ir. Benito Heru Purwanto, M.S., M.Agr.

2017 | Skripsi | S1 ILMU TANAH

Fosfor (P) merupakan unsur hara yang diperlukan dalam jumlah besar. Walaupun P diserap tumbuhan dalam jumlah yang lebih kecil dibandingkan dengan Nitrogen dan Kalium, P mempunyai peran sangat vital. Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki tanah dengan karakteristik beragam. Pengetahuan tentang karakteristik ketersediaan P dapat menuntun petani Daerah Istimewa Yogyakarta dalam upaya memenuhi kebutuhan P pada tanaman. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik ketersediaan P dalam tanah di atas kars, vulkanik, dan batuan sedimen. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah dengan menganalisa P total HCl 25% dan P tersedia dengan metode Olsen. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah jumlah P tersedia tanah dibagi menjadi: kriteria sangat rendah (Karangmojo, Semin, Ponjong, Nglipar); rendah (Ngawen, Gedangsari, Ngemplak); sedang (Paliyan, Tepus, Saptosari, Rongkop, Dlingo); tinggi (Wonosari, Playen, Semanu, Patuk, Berbah dan Tempel); sangat tinggi (Sanden dan Bantul). Jumlah P total (mg 100g-1) tanah dibagi menjadi: rendah (Ponjong, Semanu, Ngawen); sedang (Paliyan, Karangmojo, Semin, Dlingo, Patuk, Gedangsari, Nglipar); tinggi (Wonosari, Playen, Tepus, Saptosari, Rongkop, Tempel, Sanden dan Bantul); sangat tinggi (Ngemplak dan Berbah).

Phosphorus is a required nutrient in large quantities. Although P is absorbed by plants in smaller amounts than Nitrogen and Potassium, P has a very vital role. Yogyakarta Special Region has land with various characteristics. Knowledge of P availability characteristics can guide the farmers of Yogyakarta Special Region in an effort to meet the P requirement on the plant. Therefore, this study aims to determine the status of P in soil that develops on karts, volcanic, and sedimentary rocks. The method used in the study was to analyze P total HCl 25% and available P by Olsen method. The results obtained in this study are the number of available P of the soil divided into: very low criteria (Karangmojo, Semin, Ponjong, Nglipar); low (Ngawen, Gedangsari, Ngemplak); medium (Paliyan, Tepus, Saptosari, Rongkop, Dlingo); high (Wonosari, Playen, Semanu, Patuk, Berbah And Tempel); very high (Sanden and Bantul). Total P total (mg 100g-1) of soil is divided into: low (Ponjong, Semanu, Ngawen); medium (Paliyan, Karangmojo, Semin, Dlingo, Patuk, Gedangsari, Nglipar); high (Wonosari, Playen, Tepus, Saptosari, Rongkop, Paste, Sanden and Bantul); very high (Ngemplak and Berbah).

Kata Kunci : Status, P Total, P Tersedia

  1. S1-2017-281778-abstract.pdf  
  2. S1-2017-281778-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-281778-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-281778-title.pdf