Laporkan Masalah

Analisis Isi Kualitatif Identitas Diri LGBT pada Artikel Webmagazine Magdalene Periode Februari - November 2016 (Qualitative Content Analysis of LGBT Self-Identity On Webmagazine Magdalene Articles February - November 2016)

DZIKRI SABILLAH ANWAR, Dr. Phil. Ana Nadhya Abrar, M.E.S.

2017 | Skripsi | S1 ILMU KOMUNIKASI

Webmagazine Magdalene adalah salah satu di antara sedikit media di Indonesia yang memberikan ruang suara bagi kelompok LGBT. Dengan karakteristik sebagai media users generated content yang menganut nilai keberagaman dan kesetaraan, Magdalene menjadi wadah bagi individu-individu LGBT untuk mengaktualisasikan identitas diri yang selama ini dinilai tidak tergambar baik dalam media arus utama. Pada artikel-artikel yang dikirimkan oleh LGBT kepada Magdalane tersebut, menarik untuk ditinjau seperti apa dan bagaimana mereka mengekspresikan identitas diri sebagai LGBT di Indonesia. Dengan menggunakan metode analisis isi kualitatif, peneliti menganalisis bagaimana ekspresi identitas diri yang ditampilkan oleh individu LGBT melalui artikel dalam webmagazine Magdalene. Penelitian ini menggali unsur teks dan unsur makna teks. Unsur teks didasarkan pada teknik penulisan artikel menurut Gorys Keraf (1982&1985). Sementara unsur makna teks dibagi menjadi tiga yaitu ditinjau dari motif pengungkapan identitas diri sebagai LGBT (Cass, 1996), proses perkembangan identitas diri LGBT (Cass, 1979&1986), dan keresahan yang dihadapi oleh LGBT (Subhrajit, 2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik penulisan narasi sugestif dan narasi autobiografi memfasilitasi individu LGBT untuk merefleksikan konflik batin yang timbul atas keputusan untuk mengadopsi identitas diri sebagai LGBT. Hampir seluruh artikel mencerminkan bahwa penulis mencapai tahapan identity pride yang identik dengan penerimaan diri menyeluruh dan terbuka terhadap identitas LGBT. Terdapat rasa kepemilikan, kebanggaan dan kesetiakawanan terhadap kelompok LGBT yang disuarakan dengan lantang. Sementara itu, keresahan yang sering membayangi dalam proses pengadopsian identitas diri adalah penolakan, utamanya dari orangtua.

Webmagazine Magdalene is one of few Indonesian media that provide an opportunity for LGBT people to speak out. Its users generated content characteristic and its diversity value make Magdalene a safe haven for LGBT people to actualize their self-identity which has not been well-potrayed in mainstream media. It is interesting to examine how they express their identity as LGBT in the articles they wrote. Using qualitative content analysis method, the researcher analyze how the expression of self-identity shown by LGBT individuals through articles in Magdalene. This research explores the textual element and the meanings element. The textual element is based on the article writing technique according to Gorys Keraf (1982 & 1985). While the meaning element is divided into three: LGBT self-disclosure motives (Cass, 1996), LGBT self-identity development process (Cass, 1979 & 1986), and the tensions faced by LGBT people (Subhrajit, 2014). The results show that suggestive narrative and autobiographical narrative writing technique facilitate LGBT individuals to reflect their inner conflicts that resulted from identity adoption. Almost all of the articles reflect that the authors reached identity pride stage which is identical to total self-acceptance and openness as LGBT. There are strong sense of belonging and sense of group identity that expressed loudly. Meanwhile, the tension that often overshadows in the process of adopting LGBT self-identity is rejections, especially from parents.

Kata Kunci : LGBT, identitas diri, analisis isi kualitatif, webmagazine

  1. S1-2017-345885-abstract.pdf  
  2. S1-2017-345885-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-345885-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-345885-title.pdf