Laporkan Masalah

GAMBARAN PENGALAMAN, PENGETAHUAN, DAN PERILAKU PENGGUNA ANTIBIOTIK TANPA RESEP DI KABUPATEN SLEMAN PERIODE JULI 2017

PAMILLIA ANGGRAENY WAHYU UTAMI, M. Rifqi Rokhman, M.Sc., Apt.

2017 | Skripsi | S1 FARMASI

Antibiotik merupakan golongan obat keras yang harus didapatkan melalui resep dokter (ethical drug), namun kenyataannya masih dimungkinkan pasien mendapatkannya tanpa resep. Penggunaan antibiotik tanpa resep bisa mengarah kepada penggunaan yang tidak rasional dan penggunaa yang tidak rasional dapat meningkatkan risiko resistensi terhadap bakteri. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui jenis antibiotik yang paling sering dibeli tanpa resep, melihat pengalaman penggunaan antibiotik tanpa resep oleh masyarakat, melihat pengetahuan masyarakat mengenai antibiotik, dan melihat perilaku penggunaan antibiotik tanpa resep oleh masyarakat. Penelitian merupakan penelitian cross sectional menggunakan alat bantu kuesioner. Populasi penelitian adalah masyarakat yang pernah menggunakan antibiotik tanpa resep di Kabupaten Sleman dan berusia lebih dari 18 tahun. Jumlah responden dalam penelitian adalah 103 responden. Pengambilan data dilakukan dengan convenience sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Analisis data dilakukan dengan microsoft excel. Obat antibiotik yang sering digunakan tanpa resep adalah Amoksisilin. Pengalaman pengguna antibiotik tanpa resep menghasilkan bahwa 93% responden membeli antibiotik tanpa resep di apotek dan masih terdapat 24% responden yang tidak diberikan informasi apapun ketika membeli antibiotik tanpa resep. Pengetahuan pasien mengenai antibiotik paling banyak adalah kategori rata-rata walaupun 14,6% responden yang menilai pengetahuan mereka lebih rendah dari pengetahuan mereka yang sebenarnya. Perilaku penggunaan antibiotik tanpa resep menunjukkan 54,5% responden tidak mengetahui cara penggunaan antibiotik yang tepat.

Antibiotics were an ethical drug that must be use with a prescription from doctor, however patients could easily get it without prescription. The use of antibiotics without prescription could led an irrational drug use, and it could led patient to antibiotic resistance. The study aimed to know the commonly used antibiotics without prescription, to see the antibiotic without prescription use in society, to see society knowledge of antibiotic, and to see behavior of antibiotic without prescription use in society. The cross-sectional survey method was processed using a validated questionnaire. The population of the study were society who ever use antibiotic without prescription in Sleman District and over 18 years old. In total, 103 respondents completed the questionnaire and were included in the study. The data collected with convenience sampling and analyzed descriptively using Microsoft excel. Amoxicillin were the antibiotics commonly use without prescription. The result of the study gave 93% respondents bought the antibiotics in pharmacy and 24% still did not given the drug information when they buy the antibiotic without prescription. The society knowledge about antibiotic were average category although there were 14,6% respondents underestimate their knowledge. The society behavior gave result 54,5% respondents did not know the right use of antibiotic.

Kata Kunci : Antibiotik tanpa Resep, Obat Keras, Swamedikasi

  1. S1-2017-301985-abstract.pdf  
  2. S1-2017-301985-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-301985-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-301985-title.pdf