ANALISIS POTENSI INSTABILITAS LERENG BERDASARKAN INFILTRASI MELALUI PORI MAKRO TANAH
BOGI PUGER BAWONO, Dr.Ngadisih,STP, M,Sc;Dr.Ir.Murtiningrum,M.Eng
2017 | Skripsi | S1 TEKNIK PERTANIANTekanan sosial dan ekonomi telah menyebabkan pemanfaatan wilayah pegunungan lebih intensif baik untuk pertanian, pemukiman maupun jalan. Masyarakat yang sebagian besar tinggal di wilayah rawan longsor adalah mereka yang tidak memiliki kekuatan dan keterampilan untuk mempertahankan dan mempersiapkan diri, mencegah, menanggulangi, meredam serta dengan cepat memulihkan diri dari akibat kejadian longsor. Oleh karena itu, fenomena alam longsor berubah menjadi sebuah bencana. Penelitian dilakukan guna mengetahui distribusi retakan tanah (pori makro) oleh akar tanaman dari sebuah pangkal batang berkayu. Hal ini berkaitan untuk penyusunan kebijakan terkait dengan mitigasi bencana dan pengurangan risiko bencana di sub DAS. Metode yang digunakan dengan mendatangi langsung kondisi lapangan, mengidentifikasi dan memetakan pori makro dari pangkal batang pohon berkayu. Tebangan pohon yang ditemukan pada area sub DAS Bompon ditandai dengan GPS, sehingga didapatkan data berupa titik-titik lokasi tebangan. Data ini selanjutnya akan di-input pada ArcGIS 10.3. Lokasi pori makro tersebar diseluruh topografi wilayah tersebut. Lokasi SPAS menunjukan letaknya yang berada pada dataran rendah dari titik-titik bekas tebangan yang ditemukan. Hal ini menunjukan adanya perbedaan ketinggian, sekaligus adanya kemiringan pada area SPAS Mikro Catchment. Pori-pori makro terkait dengan agregat yang besar dan stabil sangat mendukung laju infiltrasi air hujan. Air tersebut akan terakumulasi sampai pada lapisan kedap air, maka akan ada bidang luncur bagi tanah pelapukan diatasnya dan bergerak mengikuti lereng. Hal ini dapat memicu terjadinya longsor.
Social and economic pressures have led to the more intensive use of mountainous areas for agriculture, settlements, and roads. Most of the people living in landslide-prone areas are those who lack the strength and skill to defend and prepare, prevent, cope with, muffle and quickly recover from the effects of landslides. Therefore, the natural phenomenon of landslide turned into a disaster. The research was conducted to examine the distribution of soil cracks (macropores) by plant roots from a base of woody stems. This relates to the preparation of policies related to disaster mitigation and disaster risk reduction in sub-basins. The method used to go directly to the field conditions, identifying and mapping the macropore from the base of the woody trees. The feeling of trees found in the sub-watershed area of Bompon was indicated by GPS so that the data obtained in the form of points of logging location. This data would then be inputted to ArcGIS 10.3. The macropores spread through the topographic location of the area. The SPAS was located on the lowlands of the logged-over points found. This elevation, as well as the slope of the SPAS Micro Catchment area. Macropores associated with large and stable aggregates strongly support the rate of rainwater infiltration. The water will accumulate up to the impermeable layer, there will be a gliding field for the weathering soil above it and move along the slope. This can trigger a landslide.
Kata Kunci : Pori Makro, Longsor, Agregat Tanah