Laporkan Masalah

Pengaruh Kerapatan Incising dan Konsentrasi Boraks pada Pengawetan Kayu Rambutan (Nephelium lappaceum L) dengan Metode Rendaman Dingin terhadap Serangan Rayap Kayu Kering (Cryptotermes cynocephalus Light.)

SANTOSO AJI, Tomy Listyanto, S.Hut., M.Env.Sc, Ph.D.

2017 | Tugas Akhir | D3 PENGELOLAAN HUTAN SV

Ketersediaan kayu di alam yang semakin berkurang serta produksi kayu secara keseluruhan tidak mampu memenuhi kebutuhan tersebut (Pandit, 2010). Hal ini akan berdampak pada ketersediaan kayu yang berkualitas baik semakin sulit diperoleh dan semakin mahal. Oleh karena itu pemanfaatan kayu yang berasal dari hutan rakyat mulai diperhatikan. Salah satu jenis kayu yang berasal dari hutan rakyat yaitu kayu rambutan. Kayu rambutan merupakan kayu yang berkeawetan rendah yang rentan terhadap organisme perusak kayu seperti rayap kayu kering. Karena sifat dan karakteristik yang dimiliki, sampai sekarang pemanfaatan kayu rambutan baru sebatas sebagai kayu bakar dan arang. Salah satu cara untuk meningkatkan nilai pakai kayu rambutan menjadi awet dan tahan lama yaitu dengan menggunakan metode pengawetan rendaman dingin. Dengan pemberian awal perlakuan berupa pembuatan lubang pada kayu sehingga menyebabkan peresapan yang seragam melalui lubang yang dibuat. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kayu rambutan yang diperoleh dari hutan rakyat di Kecamatan Kalibawang, Kulon Progo. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan disusun secara faktorial dengan dua faktor, yaitu faktor kerapatan incising 0, 1.000, 2.500, 5.000 lubang/m2 dan konsentrasi boraks 1 persen, 3 persen, 5 persen. Rayap yang digunakan adalah rayap kayu kering (Cryptotermes cynocephalus Light.) sebanyak 50 ekor per contoh uji. Rayap diumpankan pada contoh uji yang diberi tabung kaca sebagai tempat pengumpanan rayap dan dilakukan pengamatan selama 28 hari. Parameter yang diamati meliputi absorbsi, retensi, penetrasi radial, mortalitas rayap serta pengurangan berat contoh uji. Hasil penelitian menunjukkan kisaran hasil rata-rata pada parameter absorbsi sebesar 89,565 kg/m3 - 160,223 kg/m3, retensi 9,386 kg/m3 - 17,895 kg/m3, kedalaman penetrasi radial 3,500 mm - 7,333 mm, mortalitas rayap 45 persen - 100 persen, serta pengurangan berat 0,133 gram - 1,158 gram. Hasil analisis varian menunjukkan bahwa faktor konsentrasi boraks berpengaruh nyata pada mortalitas rayap dan pengurangan berat contoh uji. Faktor kerapatan incising berpengaruh nyata terhadap mortalitas rayap. Sedangkan, interaksi kerapatan incising dan konsentrasi boraks berpengaruh nyata terhadap mortalitas rayap dan pengurangan berat.

The availability of natural wood in wood production decreases and overall not able to meet those needs (Pandit 2010). This leads to a good quality wood was increasingly difficult to obtain and increasingly expensive. So the usage of wood from public forest is start to be interested thing to do. One of the kind wood which from public forest is rambutan woods. Rambutan wood is a susceptible wood from destroyer organism such as termites and has no longer durability. Cause of its own character, till now the utility of rambutan wood are limited to firewoods and charcoal. One of the way to increase the usage value of rambutan wood became lasting and have long durability is using cold soaking method. With the first treatment by making the hole to the woods so it would be have a same impregnation through the hole that was made. Material uses in this research is rambutan wood from private forest in the Kalibawang district, Kulon Progo. This research uses completely randomized design by factorial arranged with two factors, they are density incising 0, 1.000, 2.500, 5.000 holes/m2 and borax concentration of 1 percent, 3 percent, 5 percent. Termites used is in this research is dry wood termites (Cryptotermes cynocephalus Light.) as many as 50 animals every single test. Termites have been baited on a sample that had been given glass tube as termites baited place and observed for 28 days. Parameters observed were the absorption, retention, radial penetration, termites mortality, weight reduction of testing sample. The results showed that the range of average yield on absorption parameters is 89,565 kg/m3 - 160,223 kg/m3, the retention is 9,386 kg/m3 - 17,895 kg/m3, the depth of radial penetration is 3,500 mm - 7,333 mm, the termites mortality is 45 percent - 100 percent, and the weight reduction is 0,133 gram - 1,158 gram. Results of variance analysis showed that the borax concentration significant for the termites mortality and weight reduction of the sample. Meanwhile, the density incising and concentration of borax significantly affect to termites mortality and weight reduction.

Kata Kunci : Kata Kunci : boraks, rambutan, incising, rendaman dingin


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.