Pemberdayaan Masyarakat melalui Kelompok Usaha Bersama
MELATI PUTRI PERTIWI, Dr. Krisdyatmiko, S.Sos., M.Si.
2017 | Skripsi | S1 ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)Sebagai negara berkembang, Indonesia memiliki pertumbuhan jumlah penduduk yang fluktuatif yang menyebabkan masalah kompleks di berbagai bidang kehidupan di perkotaan maupun pedesaan. Salah satu masalah di perkotaan besar adalah daerah perkotaan menjadi semakin padat jumlah penduduknya dan yang paling menonjol diantaranya adalah masalah kemiskinan. Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah melalui program-program pengentasan kemiskinan yang diharapkan mampu memberdayakan masyarakat, salah satu program pemberdayaan masyarakat yakni Program Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Oleh karena itu, penelitian yang dilakukan ini mengkaji tentang proses pemberdayaan Program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di Kelurahan Prawirodirjan, Kecamatan Gondomanan, Yogyakarta. KUBE tersebut bernama KUBE Sejahtera XI Berhati Nyaman yang terdiri dari sepuluh kelompok dan masing-masing kelompok tersebut memiliki 10 anggota. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Peneliti mengamati semua fakta yang terjadi di lapangan untuk mendapatkan gambaran lengkap mengenai proses pemberdayaan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok. Dalam prosesnya penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling untuk menentukan informan yang dipilih. Teknik purposive sampling merupakan teknik pemilihan sampel yang telah menentukan targetnya terkait dengan unit analisis yang ditentukan dalam penelitian yakni kelompok. Beberapa informan yang peneliti wawancara adalah Dinas Sosial DIY selaku Pendamping Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Tingkat Kota, Pendamping Tingkat Kecamatan, Pendamping Tingkat Kelurahan, dan Perwakilan dari masing-masing kelompok. Peneliti juga menggunakan teknik observasi, sehingga dapat menemukan jawaban yang relevan sesuai dengan rumusan masalah penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari sepuluh kelompok yang terbentuk pada tahun 2011 lalu, kini masih tersisa empat kelompok yang masih aktif. Untuk menuju keberhasilan program, kelompok harus menjalankan tujuh tahapan proses pemberdayaan, namun berdasarkan fakta di lapangan, mereka masih bertahan di tahap keenam. Tahap terminasi yang merupakan tahap terakhir dimana kelompok mampu berdiri sendiri belum mereka jalankan karena faktor internal dalam kelompok (masih mengharap campur tangan pemerintah dan kurangnya keberanian) serta faktor eksternal (pemerintah kurang serius dalam mensukseskan Program KUBE). Namun demikian, Program KUBE telah memberikan manfaat diantaranya yakni anggota kelompok mampu berorganisasi serta mampu meningkatkan kesejahteraan sosialnya melalui kegiatan simpan pinjam kelompok. Dalam proses pemberdayaan, kelompok tidak berdiri sendiri, ada peran pendamping serta dukungan dari pemerintah (walaupun hanya di awal berjalannya program). Selain itu terdapat dinamika kelompok serta adanya hambatan yang mewarnai proses pemberdayaan di KUBE Sejahtera XI Berhati Nyaman Kelurahan Prawirodirjan, Kecamatan Gondomanan, Yogyakarta.
Indonesia, as a developing country, has a fluctuation of resident number which causes complex problems in various life sections, i.e. urban and rural. In fact, people who live in urban area are mostly huge and cause poverty problem as the most crucial thing. To solve this problem, Indonesian government has been creating poverty problem solutions which are aimed to help the community, i.e. community development program, such as Kelompok Usaha Bersama (KUBE) program. Based on those problems, this research was done to explain about the development process of Kelompok Usaha Bersama (KUBE) program in Kelurahan Prawirodirjan, Kecamatan Gondomanan, Yogyakarta. This group's name is KUBE Sejahtera XI Berhati Nyaman which consists of ten groups and each group has ten members. This research used qualitative research methodology by descriptive analysis approach. The researcher observed all facts which happened on the field to get the complete description of development process which was done by those groups. The research process used purposive sampling technique to decide the objects. Sampling purposive techniques is a technique for choosing the objects which decide the target due to analysis unit decided in this research, i.e. the groups. The objects are Social Department of Yogyakarta Province as the agent of Kelompok Usaha Bersama (KUBE) of Yogyakarta City, resident area's agent, the kelurahan's agent, and the representative of each group. The researcher also used observation technique, so she was able to find the relevant answer based on the research problem's formulation. The result of this research showed that from those ten groups which have been established since 2011, during the research, there were only four active groups. To make this program succeed, these groups had to do seven ways of developing process; in fact, they still had to survive at the sixth way. The termination way-the last way, which these groups should be independent, as contrary, they were not able to do because of the internal factor, i.e. they still need the government help and having less courage, and external factors, i.e. the government has less attention to succeed KUBE's programs. Although, KUBE's program gives many benefits, i.e. the member's group can organize and improve their social welfare by finance group activity. During the developing process, these groups were not able to be independet; they still needed their agents and government roles, even just at the beginning of the program. Besides, there was a dynamics group and there were also some problems which showed up during the development process of KUBE Sejahtera XI Berhati Nyaman Kelurahan Prawirodirjan, Kecamatan Gondomanan, Yogyakarta.
Kata Kunci : Kata Kunci : Pemberdayaan, Kelompok Usaha Bersama, Dinamika Kelompok