Laporkan Masalah

PERAN PENGUNAAN MEDIA TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PRAKTEK USAHATANI KOPI DI KABUPATEN TEMANGGUNG

DEBORA LAKSMI I, Prof. Dr. R. Rijanta, M.Sc.

2017 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menjadi media yang mengintervensi berbagai bidang kehidupan karena manfaatnya yang sangat besar dalam mempermudah kegiatan manusia. Salah satu manfaat yang dirasakan adalah percepatan aliran informasi secara real time dan tanpa batas batas geografis yang menghambat aliran informasi tersebut. Pemanfaatan media TIK dalam praktek usahatani menunjukkan adanya kemajuan dalam pengembangan usahatani di suatu daerah, seperti pada kasus usahatani kopi di Kabupaten Temanggung. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji praktek kegiatan usahatani kopi di Kabupaten Temanggung. Usahatani kopi melibatkan pelaku pelaku usahatani kopi yang pada era ini sudah mulai menggunakan media TIK dalam praktek usahataninya. Kajian praktek kegiatan usahatani kopi memberikan gambaran tahapan tahapan kegiatan usahatani kopi milik pelaku usahatani kopi sembari mengetahui letak letak pemanfaatan media TIK dalam kegiatan usahatani kopinya. Kajian peran penggunaan media TIK dalam praktek kegiatan usahatani kopi oleh pelaku usahatani kopi di Kabupaten Temanggung serta kaitannya dengan ilmu geografi menjadi hasil yang dicapai dari penelitian ini. Studi kasus digunakan untuk mendalami fenomena tersebut dengan wawancara secara mendalam kepada beberapa pelaku usahatani kopi yang menggunakan media TIK. Teknik snowball digunakan untuk melakukan pemilihan informan dikolaborasikan dengan teknik purposive untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap. Kasus yang diteliti merupakan kasus yang cukup baru dan berada dalam kelompok atau lingkup alur yang berkaitan sehingga membutuhkan informasi informasi secara mendalam dari informan- informan yang saling berkaitan melalui teknik snowball. Di sisi lain, tambahan informasi diperoleh melalui informan yang diperoleh dari teknik purposive. Wawancara open ended dilakukan untuk mencari informasi variasi pemanfaatan dan peran TIK bagi setiap usahatani kopi milik informan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan media TIK masih didominasi pada tahapan praktek usahatani kopi pascapanen yaitu promosi dan pemasaran. Pemanfaatan media TIK untuk mengakses informasi usahatani kopi masih sebatas hanya mencari tahu tentang informasi harga atau ketersediaan kopi. Variasi pemanfaatan media TIK dilatarbelakangi oleh kecenderungan fokus usahatani kopi pelaku usaha, usia, pendidikan, dan lingkungan sekitar pelaku usahatani kopi. Pemanfaatan TIK menghasilkan perubahan terkait rantai perdagangan kopi di Temanggung serta kegiatan transaksi jual beli yang dilakukan dengan media TIK. Munculnya reseller dalam pasar virtual dan transaksi langsung yang dilakukan dalam ruang virtual tanpa dibatasi waktu dan tempat menjadi dampak dari penggunaan media TIK dalam usahatani kopi di Temanggung.

Information and Communication Technology (ICT) has became a media which is intervening in various areas of life because of its enormous benefits in facilitating human activities. One of the perceived benefits is accelerating the flow of information in real time and without geographical boundaries impede the flow of such information. Utilization of ICT media in farming practice shows a progress in the development of farming in this area. The purpose of this research is to study the practice of coffee farming in Temanggung Regency. Coffee farming involves farmers coffee that in this era has started to use ICT media in practice the farm. A practical review of coffee farming activities provides an overview stages of coffee farming activities of coffee farmers while knowing the role of ICT media utilization in farming activities coffee. Study the role of ICT media use in the practice of farming activities coffee by coffee farmers in Temanggung Regency and its relation with geography became the result of this study. Case studies are used to explore the current phenomenon with in-depth interviews to some of the coffee farmers in case the using ICT media in their agriculture activities. The snowball technique is used to make the selection informants are collaborated with purposive techniques to obtain information . The case studied is a fairly recent case and are in the group or the scope of the associated path so it requires in - depth information from the mutual informants related via snowball technique. On the other hand, additional information is obtained through informants obtained from purposive techniques. Open ended interview conducted to find information on variation of utilization and its role for each informant. The result of the interview in the form of transcript is processed using coding generated in the form of tables, maps, and charts / schemes. The results of this study indicate that the utilization of ICT media is still dominated in the post-harvest coffee farming practice stages of promotion and marketing. Utilization of ICT media to access coffee farming information still only to find out about price information or availability of coffee. Variations in the utilization of ICT media are motivated by a focus tendency coffee farming business actors, age, education, and environment around the perpetrator coffee farming. ICT utilization results in chain-related changes coffee trade in Temanggung as well as the activities of buying and selling transactions conducted with ICT media. The emergence of resellers in virtual markets and direct transactions which is done in virtual space without being constrained by time and place are an impact of ICT media using of coffee farming in Temanggung .

Kata Kunci : penggunaan media TIK, praktek usahatani kopi, studi kasus, communication geography