INTERVENSI POLITIK PASDARAN DALAM PEMERINTAHAN REPUBLIK ISLAM IRAN
RADITYA BOMANTARA, Dr. Siti Muti'ah Setiawati, MA.
2017 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALProfesionalisme militer merupakan sebuah doktrin yang tidak dapat dilepaskan dari sebuah organisasi militer. Pada dasarnya, militer memiliki fungsi utama sebagai penjaga kedaulatan, dan militer profesional sarat dengan aspek-aspek keahlian, pertautan, korporatisme, dan ideologi yang kuat. Namun dalam beberapa kasus, militer menunjukkan tendensi untuk melakukan intervensi kedalam politik. Intervensi yang dimaksud tidaklah sebatas kudeta militer, namun juga dalam bentuk implisit, baik secara langsung maupun tidak langsung. Militer kadang kala memiliki peranan dominan didalam politik, hingga mampu mempengaruhi kebijakan yang diambil oleh pemerintah sipil. Salah satu kasus yang dapat ditemui, adalah eksistensi Islamic Revolutionary Guards Corps atau Pasdaran di Iran, yang dikenal sebagai Iran's Praetorian Guard Pasdaran telah memegang peranan penting dalam politik Iran sejak pertama kali didirikan pada era Perang Iran-Irak, dan intervensi tidak langsung tersebut masih berlanjut hingga saat ini. Signifikansi Pasdaran didalam politik Iran telah menjadi sebuah kontinuitas, dan bukan tidak mungkin Pasdaran akan terus memainkan peran tersebut. Pertanyaan yang muncul didalam benak penulis adalah, mengapa Pasdaran berhasil mengintervensi politik Iran? Melalui penelitian ini, analisis dilakukan untuk mencari tahu apa yang membuat Pasdaran berhasil mengintervensi politik Iran yang menerapkan demokrasi secara terbatas. Peneliti melihat 3 faktor berbeda, yaitu ambiguitas landas konstitusi Pasdaran, tidak adanya entitas yang dapat mengontrol Pasdaran dan rendahnya tingkat budaya politik Iran sebagai faktor-faktor mempengaruhi keberhasilan Pasdaran mengintervensi politik Iran.
Military professionalism is an inextricable doctrine of a military organization. Basically, the military has a primary function as a guardian of sovereignty, and the professional military is full of aspects of expertise, affinity, corporatism, and strong ideology. But in some cases, the military shows a tendency to intervene into politics. Such intervention is not limited to a military coup, but also in implicit form, either directly or indirectly. The military sometimes has a dominant role in politics, so as to influence the policies adopted by the civilian government. One such case can be found, is the existence of the Islamic Revolutionary Guards Corps or Pasdaran in Iran, known as Iran's Praetorian Guard Pasdaran has played an important role in Iranian politics since it was first established during the Iran-Iraq War era, and the indirect intervention has continued to this day. The Pasdaran's significance in Iranian politics has become a continuity, and it is not impossible that Pasdaran will continue to play that role. The question that arises in the author's mind is, "why does Pasdaran succeed in intervening in Iranian politics?". Through this research, the analysis is done to find out what makes the Pasdaran successfully intervene in the politics of Iran that implements democracy in a limited way. The researchers looked at three different factors, namely the ambiguity of the Pasdaran constitutional foundation, the absence of an entity that can control Pasdaran and the low level of Iranian political culture as factors influencing Pasdaran's success in intervening the Iranian politics.
Kata Kunci : Pasdaran,Iran,intervensi militer,motif intervensi,mood intervensi dan tingkat budaya politik