Laporkan Masalah

PERILAKU PETANI DALAM MENGELOLA LAHAN TERASERING DI DESA SUKASARI KALER KECAMATAN ARGAPURA KABUPATEN MAJALENGKA

DEKA AYU MARETYA, Dr. Sudrajat, S.Si., M.P

2017 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Perilaku petani dalam mengelola lahan pertanian tentunya berbeda antara petani satu dengan petani lainnya. Perbedaan tersebut menyesuaikan dengan kondisi lingkungan topografi tempat petani tinggal. Penataan lahan terasering di Desa Sukasari Kaler perlu diketahui apakah petani telah menerapkan perilaku pengelolaan yang tidak baik, cukup baik, atau baik. Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) mengetahui kondisi sosial, demografi, ekonomi, dan budaya kearifan lokal petani di Desa Sukasari Kaler, 2) mengkaji perilaku petani dalam mengelola lahan terasering di Desa Sukasari Kaler, dan 3) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku petani dalam mengelola lahan terasering di Desa Sukasari Kaler. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei. Data yang digunakan yaitu data sekunder dan data primer. Pengumpulan data sekunder diperoleh dari institusi, sedangkan pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara langsung terhadap petani. Jumlah petani yang diwawancarai sebanyak 60 petani dengan teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling. Analisis data dilakukan dengan pendekatan kuantitatif yaitu analisis deskriptif dan analisis statistik inferensial. Analisis deskriptif menggunakan tabel frekuensi untuk menjawab tujuan pertama dan kedua, sedangkan analisis statistik inferensial yang digunakan yaitu uji regresi logistik multinomial untuk menjawab tujuan ketiga yang disajikan dalam tabel regresi. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pendidikan petani rata-rata lulusan SD, frekuensi petani mengikuti penyuluhan rata-rata sebanyak 4 kali/tahun, rata-rata lama bertani yaitu selama 30 tahun, rata-rata petani memiliki lahan dengan luas 0,28 hektar, pendapatan petani rata-rata sebesar Rp 5.700.000/bulan, rata-rata umur petani didominasi oleh petani usia produktif, dan budaya kearifan lokal petani di Desa Sukasari Kaler tergolong pada perilaku kelas sedang. Perilaku petani dalam mengelola lahan terasering didominasi oleh petani yang tergolong perilaku kelas cukup baik. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap perilaku petani dalam mengelola lahan terasering adalah tingkat pendidikan, pendapatan, dan frekuensi mengikuti penyuluhan.

The behavior of farmers in managing agricultural land is certainly different between one another. These differences adjust to the topographical environmental conditions in which farmers live. Terracing land arrangements in Sukasari Kaler Village need to know whether farmers have implemented management behavior that is not good, good enough, or have good. The purpose of this research is 1) to know social condition, demography, economy, and culture of local farmer's wisdom in Sukasari Kaler Village, 2) to assess farmers' behavior in managing terracing land in Sukasari Kaler Village, and 3) to know the factors that influence farmers' behavior in managing terracing land in Sukasari Kaler Village. The basic method used in this research is survey. The data used are secondary data and primary data. Secondary data collection is obtained from institutions, while primary data collection is conducted through direct interviews of farmers. Number of farmers interviewed are 60 farmers with sampling technique that is simple random sampling. Data analysis is done with quantitative approach that is descriptive analysis and inferential statistic analysis. In the descriptive analysis, frequency table is to answer the first and second aims, on the other hand, in the inferential statistic analysis, used is multinomial logistic regression test is used to answer the third aim presented in the regression table. The results show that the level of education of average farmers is elementary school graduates, the frequency of farmers follows the average extension is 4 times/years, the average length of farming is 30 years, the average farmer has a land with an area is 0,28 hectares, the average farmer income is Rp 5.700.000/month, the average age of farmers is dominated by productive aged farmers, and the local wisdom culture of farmers in Sukasari Kaler Village is classified as middle class behavior. The behavior of farmers in managing land terraces is dominated by farmers who are classified as good enough class behavior. In short, factors that significantly influence farmers' behavior in managing terracing field are education level, income, and counseling frequency attendance.

Kata Kunci : Kata kunci: perilaku petani, pengelolaan lahan, lahan terasering, uji regresi logistik multinomial

  1. S1-2017-347166-abstract.pdf  
  2. S1-2017-347166-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-347166-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-347166-title.pdf