PENGATURAN KELESTARIAN HASIL HUTAN KAYU PADA HUTAN ALAM DI PT. INDEXIM UTAMA, PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
AKHMAD ARIF ANNAFI, Dr. Ir. Ris Hadi Purwanto, M. Agr. Sc.;Dr.Wahyu Wardhana, S.Hut.,M.Sc.
2017 | Tesis | S2 Ilmu KehutananKontrol tegakan hutan merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui kelestarian hutan secara produksi ataupun tegakannya dengan melakukan kegiatan inventarisasi hutan, dengan semakin sering tingkat kontrol terhadap tegakan hutan maka akan lebih baik, akan tetapi peningkatan kontrol terhadap tegakan hutan linier dengan peningkatan biaya dan jumlah waktu yang digunakan, sehingga perlu dilakukan metode untuk kegiatan inventarisasi secara berkala yang rendah biaya dan waktu. Dalam penelitian ini mencoba memanfaatkan teknik penginderaan jauh dengan analisis indeks vegetasi pada metode inventarisasi hutan, analisis indeks vegetasi digunakan untuk mengelompokan pertumbuhan tegakan berdasarkan kerapatan tegakan, pada setiap tingkat kerapatan tegakan dilakukan pengukuran untuk mengetahui potensi yang digunakan untuk penentuan jatah tebang tahunan, sehingga dapat merekomendasikan pengaturan hasil yang baik dilakukan pada kawasan hutan di PT. Indexim utama. Penelitian ini dilakukan selama 1 bulan dan berlokasi di PT. Indexim utama, dimana dalam pengambilan data potensi tegakan menggunakan metode data sampling pada setiap tingkat nilai indeks kerapatan tegakan yang dihasilkan dari analisis indeks vegetasi. Data potensi dan riap pertumbuhan yang diperoleh terlebih dahulu dilakukan uji selang kepercayaan (confidence interval) untuk mengetahui data sampel yang digunakan dapat mewakili populasi yang ada, kemudian data tersebut digunakan untuk menentukan metode pengaturan hasil berdasarkan luas dan riap petumbuhan dengan metode Amortisasi Mayer, Austrian dan Hanzlik. PT. Indexim utama memiliki luasan efektif hutan lahan kering sekunder sebesar 38.704 hektar yang terbagi menjadi 3 (tiga) tingkatan kerapatan berdasarkan rentang nilai indeks vegetasi. Potensi tegakan dan luasan di setiap tingkat kerapatan tegakan adalah sebesar 106,83 m3/Ha, 210,44 m3/Ha dan 197,39 m3/Ha, Sedangkan untuk luas adalah 2.545 ha, 5.680 ha dan 30.479ha dengan volume riap pertumbuhan rata-rata sebesar 3,2 m3/tahun. Perhitungan etat tebangan berdasarkan luas dan riap pertumbuhan dengan metode Amortisasi Mayer, Austrian dan Hanzlik diperoleh etat terkoreksi sebesar 138.722,47 m3/tahun, 44.473,45 m3/tahun, 48.207,65 m3/tahun dan 69.348,52 m3/tahun dengan riap pertumbuhan aktual terkoreksi sebesar 69.244,69 m3/tahun. formula perhitungan etat dengan metode Austrian memberikan nilai etat terbesar yaitu 48.207,45 m3/tahundan masih berada di bawah angka riap pertumbuhan sebesar 69.244,69 m3/tahun, selain itu dapat memberikan keuntungan ekonomis dibandingkan dengan menggunakan angka etat tebangan dengan menggunakan formula Amortisasi Mayer dengan etat sebesar 44.473,45 m3tahun
Control of forest stands is one way that can be done to determine the sustainability of forests in production or stand by doing forest inventory activities, with more frequent levels of control over the forest stand will be better, but increased control of the forest stands linear with increasing cost and amount time used, so it is necessary to do a method for the inventory activity on a regular basis that is low cost and time. In this research try to use remote sensing technique with vegetation index analysis on forest inventory method, vegetation index analysis is used to categorize stand growth based on stand density, at each level of density measured to know the potency used for the determination of annual cutting, so it can recommend good results arrangement done on forest area at PT. Indexim Utama. This research was conducted for 1 month and located in PT. Indexim Utama, which in obtaining stand potential data using the data sampling method at each level of the index of stand density values resulting from the analysis of vegetation index. The potential data and growth ratios obtained are first conducted confidence interval test to know the sample data used to represent the existing population, then the data is used to determine the method of regulating the yield based on the extent and increment of the growth by Amortisasi Mayor method, Austrian and Hanzlik. PT. IndeximUtama has an effective extent of secondary dry land forest of 38,704 hectares divided into 3 (three) density levels based on the range of vegetation index values. The stand potential and the area in each stand density level is 106,83 m3/ ha, 210,44 m3/ Ha and 197,39 m3/ ha, while for the area is 2,545 ha, 5,680 ha and 30,479ha with the average growth volume of growth average of 3.2 m3 / year. Calculation of felling ethic based on area and growth increment by Amortisasi Mayor method, Austrian and Hanzlik obtained corrected correlation of 138,722,47 m3/ year, 44,473,45 m3/ year, 48,207,65 m3/ year and 69,348,52 m3 / year with growth increment actual correction of 69.244,69 m3/ year. the formula of ethical calculation using Austrian method gives the largest ethical value that is 48.207,45 m3/ yea and still below the growth increment number of 69.244,69 m3/ year, besides it can give economical advantage compare to using the number of ethical felling by using formula of Amortisasi Mayor with etat of 44.473,45 m3 years
Kata Kunci : Pengaturan hasil, etat tebangan dan hutan alam;Arrangement of results, annual allowable cut and natural forest