Laporkan Masalah

Dampak penambahan Gonadotropin Releasing Hormon Analog pada operasi laparoskopi terhadap manifestasi klinis, imunologis dan kualitas hidup penderita endometriosis

ADIYONO, Wadyo, Promotor Prof.dr. Mohammad Hakimi, SpOG(K).,PhD

2003 | Disertasi | S3 Ilmu Kedokteran

Pendahuluan Endometriosis merupakan penyakit yang telah diteliti sejak 100 tahun yang lalu namun sampai saat ini masih belum jelas etipatologinya, sehingga masih merupakan an enigmatic disease. Etiologi endometriosis adalah multifaktorial meliputi faktor genetik, hormonal, imunologis dan lingkungan maka terapinya pun tidak adekuat. Salah satu terapi endometriosis dengan memakai GnRH analog yang berdasar teori oestrogen dependent selama 6 bulan belum mendapatkan hasil yang baik malahan menimbulkan efek samping akibat hipooestrogenism. Terapi operatif dengan laparotomi maupun laparoskopi masih memerlukan penelitian lebih lanjut karena sifat biologis dari sel-sel endometriosis disamping kemungkinan adanya komplikasi operasi selama dan sesudah operasi. Terapi kombinasi antara GnRH analog selama 3 bulan dan operasi laparoskopi belum dibuktikan manfaatnya melalui Randomized-Control Trial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penambahan GnRH analog tiga bulan (leprorelin acetate 3.75 mg) pada operasi laparoskopi penderita endometriosis terhadap perubahan penurunan progresivitas penyakit yang dilihat melalui perubahan skor r-AFS, gejala klinik dismenore dan nyeri pelvik, kualitas hidup serta perubahan faktor imunologis. Pemeriksaan imunologis dilakukan dengan mengisolasi dan mengkdtur sel makrofag cairan kavum peritoneum untuk melihat perubahan jumlah sel makrofag, serta kemampuan sel tersebut dalam mensekresi Reactive Oxygen Intermediates (ROI), Interleukin-6, Interleukin-8, TNF-a. Manfaat klinis hail penelitian dimasukkan sebagai skor Kesembuhan Endometriosis. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian Randomized ControlZed Trial. Subyek penelitian adalah 1 19 wanita dengan diagnosis endometriosis di RSIA Anugerah Semarang pada periode 1 Maret 1999 dd 31 Agustus 2001. Subyek penelitian dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok dengan terapi operasi laparoskopi dengan penambahan GnRHa (L+GnRHa; n=60) dan kelompok dengan terapi operasi laparoskopi saja tanpa penambahan GnRHa (L; n=59). Delapan wanita sehat (non-endometriosis) yang menginginkan sterilisasi dengan metode laparoskopi diperlakukan sama dan dipakai sebagai pembanding. Pemeriksaan perubahan klinis dan pemeriksaan imunologis dilakukan dua kali yaitu sebelum dan sesudah terapi. Penentuan stadium endometriosis ditentukan pada saat sebelum terapi berdasarkan kriteria revised American Fertlity Society (r-AFS). Selain itu dikumpulkan juga data karakteristik subyek penelitian yaitu umur, paritas, jenis pekerjaan dan lokasi tempat tinggal. Variabel klinis yang diamati adalah r-AFS, skor dismenore dan skor nyeri pelvik, skor imunologis, skor kualitas hidup dan skor manfaat klinis. Pada saat operasi laparoskopi dilakukan pengambilan cairan peritoneum untuk diperiksa perubahan-perubahan imunologisnya yaitu jumlah sel makrofag peritoneum, aktivitas sel makrofag dalam mensekresi ROI, kadar IL-6, IL-8 dan TNF-a. Selain itu juga dicatat jumlah dan lokasi implan, serta macam operasi yang dilakukan saat operasi laparoskopi. Pemberian GnRHa dilakukan selama 3 bulan pada kelompok laparoskopi dengan penambahan GnRHa. Pada saat sesudah terapi dilakukan pengambilan data yang sama dengan saat sebelum terapi. Hasil dan Pembahasan Sesudah terapi, rerata skor r-AFS pada stadium I, 11, I11 dan IV pada kelompok Laparoskopi dengan penambahan GnRHa terjadi penurunan yang bermakna dibanding dengan kelompok tanpa penambahan GnRHa (I p=0,02 I1 p=0,02 III+IV p

Introduction Endometriosis is a disease which has been studied since 100 years ago but until now the ethiology is still not clear yet and is still an enigmatic disease. The ethiology of endometriosis is multifactorial including genetic, hormonal, immunologic and environmental. Until now the existing therapy of endometriosis is not adequate. The therapy of endometriosis using GnRHa for 6 months has not yield satisfied result since the ocuring of hypoestrogenism side effects. It is necessary to conduct further research to prove the advantage of operative therapy i.e. laparotomy or laparoscopy since the invasive characteristics of endometriosis cell and the possibility of complication during and after the operation. The advantage of combination therapy GnRHa for 3 months and laparoscopy operation have not been studied through adequate randomized control trial. This study is aimed to investigate the effect of combination therapy of laparoscopy operation and GnRHa (leuproreline acetate on 3.75 mg) for 3 months on r-AFS, clinical symptoms of endometriosis, immunologic profile, quality of life and clinical benefit of combination therapy. Research Method The research design was Rhdomized-controlled Trial. Research subjects were 119 endometriosis women admitted to Anugerah Maternity and Children Hospital (RSIA Anugerah) Semarang on the period March 1, 1999 until August 31, 2001. The subjects were grouped into 2; first group: laparoscopy-operative followed by administration of GnRHa (L+GnRHa; n=60) and second group: laparoscopy operative only (L; n=59). Eight healthy women who came to RSIA Anugerah for sterilization by laparoscopy method were used as normal control group. Research parameters were measured 2 times, i.e. before and after treatment. The stadium of endometriosis was determined on the first laparoscopic therapy (before treatment) based on r-AFS staging. Clinical symptom dysmenorrhoe and pelvic pain were assessed by Bieberoglu and Behrman’s Score. The immunological profile were studied by examination of the changes in numbers of peritoneal macrophages and their capacity to produce IL-6, IL-8, TNF-a and Reactive Oxygen Intermediates. Results and Discussion The average r-AFS score of the L+GnRHa group were decrease significantly compare to Laparoscopy only at all stadium of endometriosis (p<0,05). These findings shows the anti estrogenic and anti neoplastic effects of combination GnRHa and laparoscopy therapy. After therapy the dysmenorrhea score was also decreased significantly on L+ GnRHa group in all stadium. GnRHa seem to has potency to normalized the homeostasis within peritoneal cavity probably through anti estrogenic effect. The same result was also found on &vic pain score. Pelvic pain score on GnRHa group was decrease significantly in all stadium (p

Kata Kunci : Gonadotropin Releasing Hormon Analog, operasi laparoskopi, endometriosis


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.