PERBANDINGAN KARAKTERISTIK GEOMORFIK HABITAT PENELURAN PENYU DI WILAYAH PESISIR GOA CEMARA, KABUPATEN BANTUL DAN PANGUMBAHAN, KABUPATEN SUKABUMI
INTAN PUJI NASTITI, Prof.Dr. Sunarto, M.S
2017 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenyu merupakan salah satu hewan yang termasuk kedalam kategori hewan yang dilindungi karena keberadaanya yang hampir punah. Wilayah pesisir Goa Cemara di Kabupaten Bantul dan wilayah pesisir Pangumbahan di Kabupaten Sukabumi merupakan contoh lokasi pendaratan penyu untuk bertelur di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik wilayah pesisir yang sesuai untuk habitat peneluran penyu di wilayah pesisir Goa Cemara dan Pangumbahan dan membandingkan karakteristik geomorfik di wilayah pesisir Goa Cemara dan Pangumbahan. Data yang diperlukan dalam penelitian ini mencakup aspek geomorfik berupa morfologi, material, dan proses. Aspek morfologi terdiri atas panjang, lebar, dan kemiringan pantai. Aspek material terdiri atas ukuran dan bentuk butir. Aspek proses terdiri dari proses angin dan gelombang. Data morfologi diperoleh dari pengukuran langsung dilapangan. Data material berupa ukuran material diperoleh dari pengolahan grainsize menggunakan aplikasi Gradistat, sedangkan bentuk material diperoleh dari pengamatan microcamera. Data proses diperoleh dari pengukuran langsung dilapangan dan selanjutnya diolah menggunakan rumus Airy. Data tambahan lainnya diluar aspek geomorfik juga dibutuhkan guna menambah informasi terkait habitat peneluran penyu yang terdiri dari jenis penyu yang bertelur, vegetasi di sekitar lokasi peneluran penyu, suasana pantai, dan jarak dari permukiman. Data tambahan tersebut diperoleh dengan wawancara terhadap petugas konservasi penyu dikedua wilayah pesisir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua pesisir tersebut sesuai untuk habitat peneluran penyu karena memiliki morfologi berupa kemiringan pantai yang landai hingga miring. Jenis material yang tersusun dari lebih dari 90 persen pasir dengan jenis pasir sedang dan pasir halus, sedangkan ditinjau dari aspek proses, wilayah pesisir yang memiliki tipe empasan gelombang surging juga masih memungkinkan penyu untuk datang bertelur. Perbandingan karakteristik geomorfik dikedua lokasi meliputi aspek persamaan dan perbedaan pada masing-masing aspek geomorfik dan aspek tambahan lainnya secara lebih detail.
Sea turtle categorized as protected animals due to their near extinction. Goa Cemara coastal area in Bantul regency and Pangumbahans coastal area in Sukabumi Regency are examples of sea turtle spawning ground in Indonesia. This study aims to know the characteristics of coastal areas which suitable for sea turtle spwaning ground characteristics in Goa Cemara coastal area and Pangumbahan coastal area and to compare the geomorphic characteristics in Goa Cemara coastal area and Pangumbahan coastal area. The data required in this research including the geomorphic aspects that consist of morphology, material, and process. Morphological aspects consists of length, width, and coastal slope. Material aspects consists of grain size and grain shape. The processes aspects consists of wind and wave processes. The morphological data were obtained from direct measurements in the field. The materials data of grain size processed by Gradistat application, while the grain shape processed by microcamera observation. The process data were obtained from direct measurements processed by Airy formula. Other additional data beyond the geomorphic aspests are also needed to support the information related the spawing ground which consist of sea turtle species, vegetation species around the spawning ground, the shore atmosphere, and the distance from settlement. The additional data were obtained by interview with the conservation officers in both coastal areas. The results showed that the two coastal areas are suitable for sea turtle spawning ground because both have slighty-oblique slope. Type of material composed of more than 90 percent sand with the type of medium sand and fine sand, while viewed from the process aspects, coastal areas that have surging wave also still can suitable for sea turtle laying. The comparison of geomorphic characteristics in both area consisr of similarity and differences in each geomorphic aspects and another additional aspects in more detail.
Kata Kunci : penyu, habitat, konservasi, wilayah kepesisiran, geomorfik, Goa Cemara, Pangumbahan