Laporkan Masalah

Analisis persilangan dan pendugaan parameter genetik bastar interspesies Eucalyptus pellita dengan Eucalyptus urophylla pada pertumbuhan awal

MULAWARMAN, Promotor Dr.Ir. Setyono Sastrosumarto

2003 | Disertasi | S3 Ilmu Kehutanan

Analisis persilangan dan pendugaan parameter genetik dilakukan pada pertumbuhan awal bastar interspesies E. pel/ita x urophylla. Penelitian terdiri dari empat percobaan untuk: (1) mempelajari aksi gen yang mengendalikan daya silang antara E. pel/ita dengan E. urophylla melalui penyerbukan terkendali; (2) menilai kendali faktor genetik terhadap kinerja famili bastar pada tahap semai di rumah kaca pada dua kondisi hara, konsentrasi rendah (5 ppm N, 2.5 ppm K20, and 2.5 ppm P20 5) dan tinggi (50 ppm N, 25 ppm K20 , and 25 ppm P205); (3) menilai kendali faktor genetik terhadap pertumbuhan pohon di lapangan pada kedua konsentrasi hara, tanpa pemberian hara (konsentrasi hara rendah) dan dengan pemberian 50 ppm N, 25 ppm K20, dan 25 ppm P20 5 (konsentrasi hara tinggi); dan ( 4) menilai kendali faktor genetik terhadap daya bertunas famili bastar serta menilai daya berakar stek tunas. Pengaruh dominansi merupakan merupakan sumber keragaman genetik yang utama pada produksi biji dan persentase perkecambahan biji yang dihasilkan. Hal yang sama juga ditemukan pada karakter morfologi dan nutrisi semai baik pada konsentrasi hara rendah maupun tinggi. Pengaruh dominasi cenderung menurun dengan meningkatnya umur tanaman, seangkan pengaruh aditif cenderung meningkat. Pacta karakter pertumbuhan pohon di lapangan pengaruh dominasi dan aditif cukup penting. Pengaruh aditif dari induk jantan merupakan sumber keragaman yang utama pada karakter daya bertunas dan daya berakar. Pasokan hara sangat mempengaruhi kinerja famili bastar. Pada kedua konsentrasi hara, pertumbuhan bastar E. pel/ita x urophylla lebih baik dibandingkan E. pel/ita. Akumulasi N, P, dan K pada tanaman dikendalikan dengan kuat oleh faktor genetik dan terdapat korelasi yang positif antara akumulasi N, P, danK dengan pertumbuhan semai. Efisiensi pengambilan hara dan efisiensi perkaran merupakan komponen terpenting yang menentukan efisiensi penggunaan hara tanaman. Karakter morfologi dan nutrisi semai dapat menerangkan sampai 44 % pertumbuhan tanaman di lapangan. Potensi karakter nutrisi untuk dimasukkan dalam program pemulian cukup besar terutama dengan menggunakan karakter efiesiensi pengambilan hara dan efisiensi perakaran.

Crossing ability study and genetic parameter estimation of early growth traits were conducted for interspecific hybrid E. pel/ita x urophylla. This research consist of 4 experiments that carried out to: (1) study the degree of genetic control on crossing ability for interspecific hybrid between E. pel/ita and E. urophylla; (2) evaluate the degree of genetic control on the performance of hybrid family under two nutrient conditions - low (5 ppm N, 2.5 ppm K20, and 2.5 ppm PzOs) and high nutrient concentration (50 ppm N. 25 ppm K20, and 25 ppm PzOs); (3) study the genetic control on tree growth.under two nutrient condition - without fertilization (low nutrient concentration) and with 50 ppm N, 25 ppm KzO, and 25 ppm P20 5 fertilization (high nutrient concentration); and (4) evaluate the genetic control on sprouting and rooting ability for the hybrid families. The dominance source of variation had major genetic influence on seed production and percentage of germinated seed. Almost similar results were also found on morphological and nutritional traits at seedling stage both under low and high nutrient condition. The dominance source of variance tends to decrease while the additive source of variance tend to increase as plant age increase. The male additive source of variance is more important on sprouting and rooting ability. The effect of nutrient concentration on hybrids performance is highly significant. Hybrid families (E. pel/ita x urophylla) performed better than pure species families (E. pel/ita) both under low and high nutrient condition. Nutrient accumulation (N, P, and K) in the plant is strongly controlled by genetic factor. There is positive correlation between N, P, and K accumulation and seedling growth. Morphological and nutritional traits at seedling stage explain up to 44 % field growth variance. Nutrient uptake efficiency and rooting efficiency are the most important component of nutrient use efficiency. There is a high potential of inserting nutritional traits into breeding program in order to select the family with high nutrient efficiency.

Kata Kunci : bastar interpsesies eucalyptus pellita, eucaplyptus urophylla


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.