Laporkan Masalah

Analisis proporsi penyertaan saham pemilik lama sebagai sinyal prospek perusahaan setelah pasar perdana :: Studi empiris di Bursa Efek Jakarta

WIYASHA, Ida Bagus Made, Promotor Prof.Dr. Zaki Baridwan, MSc

2003 | Disertasi | S3 Ilmu Ekonomi

Tujuan penelitian ini adalah menguji pengaruh proporsi penyertaan saham pemilik lama, a, sebagai variabel sinyal terhadap prospek perusahaan yang ditawarkan pada pasar penawaran umum perdana. Secara khusus penelitian ini menguji pengaruh a terhadap nilai pasar perusahaan, risiko spesifik perusahaan dan underpricing setelah pasar perdana. Sampel penelitian ini berjumlah 208 perusahaan yang mengadakan penawaran umum perdana di Bursa Efek Jakarta periode 1989-1996. Perusahaan yang ditentukan sebagai sampel adalah hanya perusahaan yang menawarkan saham baru berbadan hukum PT dan bukan merupakan BUMN. Nilai pasar perusahaan diukur dengan perkalian antara jumlah saham yang disetor dan ditempatkan penuh dengan harga saham penutupan hari I pasar sekunder. Proporsi penyertaan saham pemilik lama, a, diukur dengan rasio antara jumlah saham pemilik lama dengan jumlah saham yang disetor dan ditempatkan penuh setelah penawaran umum perdana. Risiko spesifik perusahaan diukur dengan variansi residual yang diestimasi dari model pasar indeks tunggal dengan jangka waktu pengamatan 60 hari. Underpricing diukur dengan selisih harga saham penutupan hari I pasar sekunder dengan harga penawaran pada pasar perdana dikurangi dengan biaya bunga majemuk 15 hari dengan bunga harian SBI. Proceeds, K, dana dari penawaran umum diukur dengan perkalian antara jumlah saham yang ditawarkan kepada investor potensial dengan harga penawaran pada pasar perdana. Model persamaan simultan diterapkan pada penelitian ini karena terjadi simultanitas antara variabel nilai pasar perusahaan, risiko spesifik perusahaan dan underpricing. Uji Hausman diterapkan untuk menguji simultanitas yang terjadi antara variabel-variabel tersebut. Hasil uji identifikasi mengungkapkan bahwa model merupakan exactly identified model. Metode statistik 2 SLS diterapkan untuk mengestimasi parameter variabel dalam model. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa hipotesis 1, 2, dan 3 tidak dapat ditolak. Pasar menarik kesimpulan untuk prospek perusahaan yang ditawarkan dengan menganalisis besaran a perusahaan yang mengadakan penawaran umum perdana. Hasil penelitian ini memberikan konfirmasi bahwa a merupakan variabel sinyal untuk prospek perusahaan yang ditawarkan di Bursa Efek Jakarta. Selain menguji a sebagai variabel sinyal penelitian ini juga mengestimasi a optimal untuk setiap perusahaan yang mengadakan penawaran umum. a optimal merupakan rasio antara manfaat dan risiko yang paling efisien bagi pemilik lama karena penawaran umum. Pemilik Lama dengan a optimal diharapkan dapat mengelola portofolio pasarnya dengan lebih efisien. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terutama dalam mempertimbangkan besaran a sebagai variabel sinyal untuk perusahaan yang mengadakan penawaran umum perdana di Bursa Efek Jakarta.

The objective of this study is to investigate the effects of signalling variable, the proportion of retained ownership of the entrepreneur (the initial owner) a; upon the prospect of the firm conducting initial public offerings. Specifically this study examines effects of a upon firm market value, firm specific risk, and underpricing after the primary market. This study used 208 sample firms that conducting initial public offerings during 1989-1996 in the Jakarta Stock Exchange. Only firm that issue new shares and not belong to state enterprise (non BUMN) was selected as sample firm. Firm market value is measured by multiplying total outstanding shares times the first day closing price in the secondary market. a is measured as the ratio of shares retained by the entrepreneur to total shares outstanding after the primary market. Firm specific risk is measured as residual variance estimated from single index market model using 60 days window. Underpricing is measured as the difference between first day closing price in the secondary market with offering price less 15 days compound interest using daily SBI rate. Proceeds from the offer K, is measured by multiplying the total shares offered to potential investors times offering price at the primary market. Simultaneous equation model is applied in this study due to the simultaneity among firm market value, firm specific risk, and underpricing. Hausman test is used to examine the simultaneity of those variables. The result of identification test indicated that the model is exactly identified. 2 SLS method is used to estimate the parameter of the model. Results of this study showed that hypotheses 1, 2, and 3 couldn’t be rejected. Market infers the prospect of the firm conducted initial public offering by analysing the magnitude of a. Results of this study thus confirm that a is a signalling variable upon the prospect of the firm conducting initial public offering in the Jakarta Stock Exchange. This study also estimates optimal a for each firm conducting initial pub lic offering. Optimal a is an efficient ratio between costs to benefit of going public. It is expected that by optimal a the entrepreneur would be able to allocate his fund in the market portfolio in a more efficient way. Result of this study is also expected that the magnitude of a would be considered as a signalling variable by firms conducting an initial public offering in the Jakarta Stock Exchange.

Kata Kunci : BEJ,Proporsi Penyertaan Saham Pemilik Lama,Prospek Perusahaan, The proportion of retained ownership of the entrepreneur, a, signalling variable, firm market value, firm specific risk, underpricing, simultaneous equation model, and 2 SLS


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.