Laporkan Masalah

Migrasi penduduk dan kelestarian desa adat :: Suatu studi kasus remitan migran desa adat Beratan Daerah Provinsi Bali

KAWI, Gde, Promotor Prof.Dr. Ida Bagoes Mantra

2003 | Disertasi | S3 Ilmu Geografi

Penelitian ini bertujuan untuk mencari penjelasan tentang keterikatan migran pada Kuhyungun Tzgu, partisipasi migran ber-yudnyu dan migan sebagai pemberi remitan untuk yudnyu di desa adat asal. Dengan mengambil kasus migran desa adat Beratan yang menyatu dengan desa administratifnya, dan dengan surve dan wawancara mendalam pada sejumlah responden, serta dengan mencari informasi dari informan kunci, tokoh adat dan masyarakat,. penulis menyatakan hasil penelitian ini sebagai berikut. meyakini pengayoman dan perlindungan Tuhan dan leluhur, migran memilih komitmen pada desa adat asal. Komitmen rnigran - bakti pada Tuhan, bakti pada leluhur, terikat pada rumah tempat tinggal asal, dan terikat pada nilai desa-adat -. melandasi keterikatan migran pada Kuhyangan Tiga. Migran dimana pun berada, dalam hidupnya, selalu terikat pada Kuhyungun Tigu. Dengan meyakini Puncusrudhu, 62,15% migran dengan keterlibatan 26,3 1 % terikat pada sistem pelaksanaan yudnyu yang menuntut toleransi Kegiatan yudnyu yang bersifat dinamis dalam kelestarian desa adat terjalin dalam lingkungan frrhrfukuruna di desa adat asal. Keterikatannya pada desa adat asal dimanifestasi kan dalam beragam pemberian remitan untuk yudnyu Pendapatan migran di daerah tujuan, rata-ratanya dalam sebulan adalah Rp 1.29 1.950, peruntukan remitannya pada purhyungut., puwongun, dan palemahan, masing-masing adalah 2,170%, 1,194%, dan 0,28%. Faktor-faktor parsial yang berpengaruh signifikan (a) pada pemberian remitan oleh migran untuk yudnyu di desa adat asal adalah senioritas, generasi, jumlah anggota keluarga, jarak, fiekuensi mobilitas, dan pendapatan, (b) pada manfaat purhyungun adalah jarak,fiekuensi mobif itas, pendapatan, serta total remitan pruntukannya, (c) pada manfaat pawongun adalah jarak dan remitan peruntukannya Faktor-faktor individual tidak berpengaruh signifikan terhadap palemahanKontribusi kelompok variabel pengikat daerah asal dan tujuan, dalam menjelaskan (a) pemberian remitan untuk yudnyu di desa adat asal, (b) manfaat purhyungun, (c) manfwt pawongun, dan (d) manfaat pulemahun, yang diperoleh dengan menambahkan kelompok variabel pengikat daerah asal dan tujuan pada kelompok variabel individu kebuliun, secara berturut-turut meningkat (a) 1 15,56%, (b) 242,70%, (c) 57,41%, dan (d) 55,85% .Kontribusi tersebut, dalam menjelaskan (a) pemberian remitan oleh migran untuk yudnya di desa adat asal, (b) manfaat purhyungun, (c) manfaat pawongan, dan (d) manfaat pule&zhun, yang diperoleh dengan memasukkan kelompok variabel perolehan pekerjaan dan pkndapatan di daerah tujuan, secara berturut- turut meningkat (a)1,22 kali, (b) 1,49 kali,' (c) 1,956 kali, dan (d) 2,26 kali.Migran dengan pendapatan per bulan tergolong tingg (lebih dari Rp 1.291.950 ), memiliki kemunglunan pemberian remitannya dalam 1 tahun tergolong tinggi (lebih dari Rp 710.350), adalah 2 kali lebih besar dibanlngkan dengan migran berpendapatan rendah (Rp 1.291.950 ke bawah). Migran dengan total remitan peruntukan yudnyu dalam 1 tahun yang tergolong tin= (lebih dari Rp565.005,56), dibandingkan migran dengan remitan peruntukannya yang tergolong rendah (Rp565.005,56 ke bawah), a) memiliki kemungkinan manfaat purhyangunnyu yang tergolong tinggi adalah 1 kali lebih besar, dan b) memiliki kemungkinan manfaat puwongannyu yang tergolong tinggi adalah 9 kali lebih besar. Migran desa-adat, berkat migrasinya, kondisinya sebagai pemberi remi tan untuk yudnyu di dew-adat asal.menjadi lebih baik

This research aims to explain the migrant’s attachment to trinity temple (Kuhyungun Tzgu), migrant’s participation doing vudnyu and giving remittance for yudnyu in the customary village of origin (desu udut usul). By taking the udut-village case of Beratan, which is united with its administrative village, the writer did a survey and deeply interviews with a number of respondents. The information is also searched from the key persons, adat and sosiety leaders. The results of the study are as follows. Believing the underlying peace and protection of God and ancestor, migrant’s commitment to the adat village of origin is resulted.. The migrant’s commitment comprising value-expectancy (buktz) to God, bukti to ancestor, attaching commitment to house ( a p!ace of staying) in his adat-village, and attaching commitment to adat- village values underlies the attachment to Kuhyungun Tigu. An udat-village migrant, wherever he lives, is attached to Kahyungun Tip. The migrant numbers of 62.15% with the involvement of 26.3 1% are attaching to the yudnyu conduction system.which claims tolerance The activities which . dynamic in the udut-village sustainability are interwoven in trzhztukarunu environment system in the adat-village.of origin. The attachment is manifested in various remittance gift for yudnyu.The migrant income in destination region on the average in a inonth is Rp 1,.291,950, the remittance allocation for puryungun, pawongun, and pulernuhan consecutively are 2.170 %, I 184 YO, and 0.280 % of income. The partial (individual) factors that significantly affect a) the gift of remittance for yuwa by migrant in the adat-village of origin are seniority, generation, familly size, distance, mobility fequency, and income, those affecting (b) the purhyungun usefullness, are distance, mobility frequency, income and migrant remittance allocation by migrant for yadnya, and those affecting c) the puwongun usefullness, are distance and migrant remittance allocation by migrant for yudnyu.The individual factors do not significantly affect the palemuhan usefullness.The variable, group contribution of region of origin and destination, in explaining a) the the gift of remittance for yudnyu in the udut-village of origin, b) the purhyungun usefullness, c) ’the puwongun usefullness, and d) the palemahan usehllness, which is achieved through adding the variable group of region of origin and destination to Bali individual variable group, consecutively increases 1 15.580 %, 242.700 %, 57.410 %, and 55.850 %. The contribution, in explaining a) the the gift of remittance for yudnyu in the udut-village of origin, b) the purhyungun usefullness, c) the puwongan usefullness, and d) the pu/emuhuta usefullness, which is achieved by entering the variable group of getting employment and income in destination region, consecutively increases 1.220 times, 1.490 times, 1.956 times, and 2.260 times. For the migrant income of high category, the probability of his remittance gift of high category (more than Rp 710,350) in a year for yudnyu in the adat-village of origin, is twice greater than migrant of low (not high ) income. For the migrant of high allocated remittance (more than Rp 565,005.56) for purhyungun, puwongun und pulernuhun in a yedi-, compared with the migrant of no high remittance probability of a) his purlzyungun usefbllness of high category is one time greater, of b) his puwongun usefullness of high category is nine times greater. adat village migrant, by migration, the condition as the remittance giver for yudnyu in the udut-village of origin become better

Kata Kunci : Geografi,Migrasi Penduduk,Kelestarian Desa Adat


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.